“Dalam pilkada ini, misalnya, banyak konten-konten yang menyerang suku, etnis, atau agama, dan pribadi dari kandidat. Lah, ini yang menyebabkan konflik dan perpecahan. Gunakan kemampuan teman-teman yang anak muda ini, untuk melawan konten-konten menyerang ini. Apalagi yang menyebarkan ideologi inklusif dan tidak toleran,” serunya.
“Buat narasi-narasi yang mempersatukan bangsa ini. Konten budaya juga. Contohnya tidak usah muluk-muluk, ada penjual makanan yang enak tapi tidak laku, ya viralkan, ajak teman-teman kalian untuk ikut makan disana, membantu si penjual. Itu sudah konten bernilai Pancasila, loh. Artinya kalian peduli dengan lingkungan. Contohnya lagi, kebersihan dan peduli lingkungan, itu juga sudah konten bernilai Pancasila. Tidak perlu berpikir terlalu jauh saat mau memulai. Sadar akan keadaan kalian dan contohkan nilai-nilai Pancasila, masukkan itu ke dalam konten kalian. Itu sudah menjadi tameng persatuan NKRI.”
“Jangan malah ikut-ikutan konten vulgar, yang hedonisme, atau tantangan-tantangan yang merugikan kalian dan malah mencelakakan. Tunjukkan nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, karena itulah panggilan Paskibara: menjadi benteng NKRI yang berlandaskan Pancasila,” tutupnya. | Eka*
BPIP Ajak Paskibraka Sebar Konten Positif










