BOGOR, Radarjakarta.id – Sebuah video yang memperlihatkan seorang bocah dengan tangan terikat dan tengah diinterogasi warga viral di media sosial. Bocah tersebut diduga terlibat dalam upaya pencurian hewan ternak berupa bebek di Kampung Empu, Desa Situsari, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor.
Peristiwa tersebut disebut terjadi pada Sabtu malam, 19 Juli 2025, sekitar pukul 23.30 WIB. Dalam video amatir yang beredar, bocah berusia belasan tahun itu tampak mengenakan baju biru dan menangis ketakutan ketika sejumlah warga mengelilinginya sambil melontarkan berbagai pertanyaan.
“Pak ini pak, maling pak,” terdengar suara pria dalam video yang dikutip dari akun media sosial Info Cileungsi, Minggu (20/7/2025). Warga lainnya bahkan menyarankan agar bocah itu dibawa ke kantor polisi. Namun, sang bocah terus memohon agar tidak diserahkan ke pihak berwajib. “Pak jangan pak, please pak,” ucapnya sambil menangis.
Informasi sementara menyebutkan bahwa warga mengamankan bocah tersebut karena diduga hendak mencuri bebek milik salah seorang warga. Aksi tersebut konon dipergoki langsung oleh warga sekitar.
Setelah sempat diamankan dan diinterogasi di lokasi kejadian, warga kemudian membawa bocah tersebut ke Balai Desa Sukasari guna menyelesaikan permasalahan secara musyawarah.
Sorotan Etika dan Perlindungan Anak
Peristiwa ini menuai perhatian publik, tidak hanya karena dugaan pencurian, namun juga karena perlakuan warga terhadap anak di bawah umur. Tindakan mengikat tangan dan merekam wajah anak kemudian menyebarluaskannya ke media sosial dinilai tidak etis dan dapat melanggar prinsip perlindungan anak.
Pemerhati perlindungan anak menekankan bahwa proses hukum terhadap anak harus mengedepankan pendekatan edukatif dan restoratif, bukan represif.
“Kita tidak boleh menghakimi anak di luar jalur hukum. Negara telah mengatur secara jelas bahwa anak yang berhadapan dengan hukum tetap memiliki hak-haknya yang harus dijaga,” ujar salah satu aktivis LPAI (Lembaga Perlindungan Anak Indonesia) saat dimintai tanggapan.
Polisi Diminta Turun Tangan
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Kepolisian Sektor Cileungsi terkait penanganan lebih lanjut atas insiden ini. Namun, sejumlah warganet dan aktivis sosial mendesak aparat kepolisian agar segera turun tangan, tidak hanya untuk mengusut dugaan pencurian, tetapi juga memastikan perlindungan terhadap anak yang terlibat dalam insiden tersebut.***
Bocah Diduga Curi Bebek, Warga Interogasi dan Mengikat Tangan










