Radarjakarta.id | ACEH – Viral di media sosial atau medsos video keji dan biadab yang dilakukan berinisial NN (40) istri pimpinana pondok pesantren Darul Hasanah Kecamatan Pante Ceureumen, Aceh Barat setelah menganiaya santrinya. Diduga disiram air cabai hingga menangis histeris karena rasa panas yang menjalar ke tubuhnya.
Dalam video yang beredar, terlihat santri beriniasial T (15) yang merupakan seorang siswa SMP sekaligus santri Pesantren Darul Hasanah yang tengah dimandikan oleh neneknya untuk menghilangkan rasa perih akibat siraman air cabai hingga menceburkan diri ke bak mandi sambil menangis kesakitan, tubuhnya memerah dan membengkak. Korban menangis dan menjerit kepanasan hingga meloncat ke dalam bak mandi. Kepanikan ini membuat sang nenek syok.
Motifnya, korban mendapati perlakuan itu sebagai sanksi karena dituduh melakukan pelanggaran di lingkungan pesantren (ketahuan merokok).
Rekaman video tindakan kekerasan yang kembali terjadi di lingkungan pondok pesantren (ponpes) viral dan dibagikan salah satu akun X (Twitter) @janghkar.
“Biadab! Istri pimpinan ponpes siram santri menggunakan air cabai, diduga santri tersebut melakukan pelanggaran di lingkungan pesantren,” tulis @janghkar dikutip Kamis, 3 Oktober 2024.
“Kasihan banget liat adeknya teriak kepanasan kayak gitu,” sambungnya.
Diketahui peristiwa santri yang diduga disiram air cabai itu terjadi di Pondok Pesantren Darul Hasanah, Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat, Aceh.
Kapolres Aceh Barat AKBP Andi Kirana melalui Kasat Reskrim Iptu Fachmi Suciandy mengatakan kasus dugaan penganiayaan itu terjadi pada Senin, 30 September 2024.
Korban disiram menggunakan air cabai oleh NN (40) yang merupakan istri dari pimpinan Pesantren Darul Hasanah.
Istri pimpinan Pesantren Darul Hasanah kemudian ditangkap di rumahnya.
Penyidik Reserse Polres Aceh barat telah melakukan pemeriksaan kepada NN terkait dugaan kasus kekerasan terhadap anak pada sebuah lembaga pendidikan.
Fachmi mengatakan kasus dugaan kekerasan terjadi usai korban ketahuan merokok.
Saat itu, pengurus pesantren disebut telah memberikan hukuman kepada korban. Namun, setelah itu pelaku NN diduga menyiram korban dengan air cabai.
Keluarga santri di Aceh Barat yang mengetahui tindakan kekerasan itu langsung melaporkan ke Polres Aceh Barat pada Selasa, 1 Oktober 2024 dengan nomor laporan Laporan Polisi Nomor: LP/B/123/X/2024/SPKT/POLRES ACEH BARAT/POLDA ACEH.
Usai melakukan kekerasaan terhadap santri di Aceh Barat dengan menyiram air cabai, korban yang masih duduk di bangku SMP mengalami luka serius.
Tubuh korban memerah, bengkak, serta rasa perih yang luar biasa.
Ibu korban, Marnita menjelaskan saat ini putranya tengah dirawat dan mengalami trauma akibat dugaan penganiayaan.
“Anak saya disiram air cabai oleh NN, istri dari pimpinan Pesantren Darul Hasanah karena dia dituduh melanggar aturan pesantren,” kata Marnita.
“Kejadian ini membuat anak saya trauma berat akibat kekerasan yang dilakukan oleh NN,” imbuhnya.
Pihak kepolisian lantas menangkap NN di rumahnya pada Selasa malam untuk menjalani pemeriksaan.
“Pelaku kita amankan karena diduga melakukan kekerasan terhadap seorang santri di sebuah pondok pesantren,” kata Kasat Reskrim Polres Aceh Barat, Iptu FachmiSuciandy, Kamis (3/10).| Cut Syarifah*











