DEPOK, Radarjakarta.id – Di Kota Depok hingga saat ini terdapat sekitar 40 venue padel sehingga Depok dipercaya menjadi tuan rumah pertandingan ekshibisi pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat.
Sehingga Kota Depok layak menyandang predikat sebagai Kota Padel.
Walikota Depok H Supian Suri mengatakan itu saat meghadiri kegiatan turnamen Padel Piala Walikota Cup di Court Dept Hause, Jalan Siliwangi Nomor 64B, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok.
Dia menambahkan, perkembangan fasilitas olahraga padel, prestasi atlet, hingga kepercayaan menjadi tuan rumah pertandingan ekshibisi pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat.
Menurut Supian, sedikitnya terdapat tiga indikator yang menunjukkan perkembangan olahraga padel di Kota Depok.
Salah satunya adalah keberadaan lebih dari 40 fasilitas atau venue padel yang tersebar di berbagai wilayah.
Selain fasilitas, Supian mengaku mendapat informasi bahwa sejumlah atlet asal Depok telah menorehkan prestasi hingga tingkat Asia.
“Pertama, kita punya venue lebih dari 40 venue se-Kota Depok. Yang kedua, dari sisi pemain, tadi dapat informasi banyak orang-orang Depok, anak-anak Depok yang berprestasi, bahkan tingkat Asia,” ujarnya.
Indikator berikutnya, kata Supian, adalah terpilihnya Kota Depok sebagai salah satu tuan rumah Porprov Jawa Barat untuk pertandingan ekshibisi cabang olahraga padel.
Ia menilai kepercayaan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri karena Depok terpilih di antara 27 kabupaten dan kota di Jawa Barat.
“Jadi, rasa-rasanya dari tiga indikator itu sangat wajar kalau saya mengklaim kita sebagai Kota Padel,” katanya.
Antusiasme masyarakat juga terlihat dalam penyelenggaraan Wali Kota Depok Padel Cup 2026.
Supian menyebut jumlah peserta yang berminat mengikuti kejuaraan cukup tinggi.
Bahkan, ada calon peserta yang tidak dapat mengikuti pertandingan karena kuota kategori pasangan suami istri dibatasi sebanyak 40 pasangan.
Meski bangga dengan perkembangan padel, Supian menegaskan bahwa tujuan utamanya bukan sekadar mengejar predikat Kota Padel.
Ia berharap popularitas olahraga tersebut dapat mendorong masyarakat semakin gemar beraktivitas fisik dan menerapkan pola hidup sehat.
Selain berdampak pada kesehatan, Supian melihat perkembangan padel berpotensi menggerakkan perekonomian masyarakat.
Meningkatnya minat terhadap olahraga tersebut dinilai membuka peluang usaha, mulai dari penjualan pakaian dan perlengkapan padel hingga usaha makanan dan minuman di sekitar fasilitas olahraga.
Sementara itu, menurut Ketua Umum PBPI Kota Depok Prasetyo Aldiansyah bahwa ajang kejuaraan ini lebih dari sekadar turnamen.
Dia menilai dalam beberapa tahun terakhir, padel berkembang menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat urban.
Pertumbuhan pemain dan komunitas pun menciptakan kebutuhan terhadap ruang bermain, kompetisi, serta aktivitas yang dapat mempertemukan masyarakat dalam satu ekosistem olahraga.
Melalui Wali Kota Depok Padel Cup 2026, PBPI Kota Depok berharap dapat mengambil bagian dalam proses tersebut.
Dengan menjadikan turnamen ini sebagai momentum untuk mengembangkan dan membentuk budaya olahraga padel di Kota Depok.
Dengan melibatkan 264 orang peserta dari berbagai kategori, kata Prasetyo turnamen ini menjadi ruang pertemuan bagi pemain dengan berbagai tingkat kemampuan, komunitas, keluarga, penonton, serta pelaku industri olahraga.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Wali Kota Depok, Bapak Supian Suri, atas kepercayaan dan kesempatan untuk dapat berkolaborasi dalam penyelenggaraan Wali Kota Depok Padel Cup 2026,”katanya.
Bagi PBPI Kota Depok, ini bukan hanya tentang menyelenggarakan sebuah turnamen.
“Tetapi juga tentang bagaimana kita bersama-sama membangun ekosistem dan budaya padel di Kota Depok,” katanya.
Pihaknya berpendapat bahwa melihat respons masyarakat Depok terhadap olahraga padel sangat positif.
Dengan semakin banyaknya masyarakat yang tertarik untuk bermain, bergabung dengan komunitas, hingga mengikuti kompetisi.
Menurut Prasetyo bahwa padel memiliki potensi yang besar untuk terus berkembang di Depok.
Pihaknya berharap turnamen ini dapat menjadi salah satu langkah awal untuk menghadirkan lebih banyak kompetisi, pembinaan, dan kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal serta berkembang bersama olahraga padel.
Padel tidak hanya rekresional sport tetapi juga dalam cakupan kompetisi profesional.
Oleh karenanya, Prasetyo menjelaskan bentuk perpaduan antara rekreasional dan kompetisi bisa terselenggara dalam Tournament Padel ini.
Mulai dari pemain pemula hingga kategori kompetitif, serta kategori Beginner Pasutri.
Pihaknya juga berharap dengan adanya Tournament padel ini bisa menjadikan Kota Depok sebagai tempat berkembangnya olahraga padel lebih jauh.
Kolaborasi untuk Pertumbuhan Padel
Lebih lanjut menurut Prasetyo penyelenggaraan turnamen ini juga menunjukkan bahwa pertumbuhan olahraga membutuhkan kolaborasi berbagai pihak.
Dengan didukung berbagai pihak, kata Prasetyo Wali Kota Depok Padel Cup 2026 mendapatkan dukungan dari sejumlah sponsor dan partner yang turut berkontribusi terhadap penyelenggaraan acara. Blibli Sport hadir sebagai sponsor utama, bersama berbagai brand dan partner lainnya.
Dia menjelaskan pihaknya menyiapkan total hadiah mencapai puluhan juta rupiah.
Turnamen ini diharapkan dapat memberikan pengalaman kompetisi yang kompetitif sekaligus menarik lebih banyak perhatian masyarakat terhadap olahraga padel.











