Bentuk Kepedulian, Germany Brilliant Serahkan Bantuan untuk Masjid Agung Cirebon

Dok. Ist
banner 468x60

CIREBON, Radarjakarta.id – Produsen perlengkapan kamar mandi dan dapur Germany Brilliant (GB) menyerahkan bantuan perlengkapan sanitary ke Masjid Agung Sang Cipta Rasa Cirebon atau Masjid Agung Cirebon pada Kamis (20/11/2025). Penyerahan perlengkapan kamar mandi ini diterima langsung oleh Sultan Sepuh XV PRA Luqman Zulkaedin, SH, MKn.

Sultan Sepuh XV PRA Luqman Zulkaedin, SH, MKn mengaku bersyukur bahwa masjid yang bersejarah di Cirebon ini menjadi salah satu tempat ibadah yang menerima bantuan dari program yang digalakkan Germany Brilliant.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

“Mudah-mudahan kontribusi dari GB bisa bermanfaat untuk masjid ini dan orang yang beribadah semakin nyaman karena fasilitas untuk ibadah seperti keran air, toiletnya dan lain-lain bagus. Tentu kami haturkan rasa terima kasih kepada GB. Mudah-mudahan program ini dapat bisa dilanjutkan di kemudian hari dan kita terus dapat berkontribusi pada tempat-tempat yang bersejarah ini,” ujar Luqman Zulkaedin.

General Manager GB, Yapto Wijaya mengatakan, kegiatan di bawah payung Corporate Social Responsibility (CSR), GB lebih menekankan pada tempat atau rumah ibadah ini seperti masjid, gereja, pura, wihara, dan lain-lain— yang bertujuan memberikan dampak positif seluas-luasnya bagi masyarakat.

“Suatu kehormatan bagi GB bisa ke masjid yang berusia lebih dari 500 tahun dan kami juga mendapatkan sambutan dan tangan terbuka dari Sultan Sepuh XV PRA Lukman Zulkaedin. Sebelumnya kami memang sudah melakukan hal yang sama di beberapa masjid seperti, Masjid Atta’awun Puncak Bogor, Masjid Nurul Musthofa Depok, dan juga rumah ibadah lainnya seperti Pura Agung Tirta Bhuana Bekasi, Gereja, rumah panti jompo, dan lain-lain,” ujar Yapto Wijaya.

Yapto Wijaya menambahkan, dipilihnya Masjid Agung Cirebon karena Cirebon masih dekat dengan Jakarta dan menjadi salah satu destinasi wisata religi bagi umat Muslim.

“Hari ini kami mengganti semua keran wudhu sebanyak 80 buah yang sudah tidak layak pakai, agar tidak ada air yang menetes keluar, karena bocor itu mubazir. Kami juga mengganti kloset lama dengan kloset duduk. Semua pengerjaannya hanya memakan waktu 1-2 hari saja, karena sebelumnya ada tim yang sudah survei duluan,” sambung Yapto Wijaya.

Sebagai informasi, Masjid Agung Cirebon merupakan masjid kebanggaan sekaligus masjid bersejarah bagi masyarakat Cirebon. Terletak di kompleks Keraton Kasepuhan Cirebon, masjid ini disebut-sebut sebagai masjid tertua di Cirebon.

Masjid Agung Sang Cipta Rasa juga merupakan salah satu bangunan peninggalan Kerajaan Cirebon dan dikenal juga dikenal dengan nama Masjid Agung Cirebon atau Masjid Sunan Gunung Jati yang dibangun pada masa pemerintahan Sunan Gunung Jati, tepatnya pada tahun 1498 M.

Jupel Dinas Kebudayaan Provinsi Jawa Barat dan Pengurus Masjid Agung Cirebon, Moh Ismail mengatakan, pihaknya berterima kasih kepada GB yang telah mengganti perlengkapan sanitary yang sudah tidak layak di masjid ini, sehingga menambah kenyamanan jamaah untuk beribadah. Program csr seperti ini baru pertama kalinya untuk penggantian sanitary dan mudah-mudahan bisa memotivasi perusahaan lainnya untuk hadir di masjid ini.

“Selama ini kami memang tidak mendapatkan bantuan dari pemerintah karena kesulitan dalam administrasi. Jadi semua masjid di Indonesia harus terdaftar dalam SIMAS, aplikasi yang dibuat oleh Kementerian Agama dengan mengisi nama masjid, pemilik masjid, surat tanahnya, sertifikatnya dan lain-lain,” ungkap Ismail.

“Nah itu semua itu tidak kami pegang, adanya di keraton yang saya sendiri belum dapat informasi untuk masalah administrasi ini bisa dikeluarkan atau tidak. Tetapi masjid ini tetap terdaftar di Kementerian Agama. Jadi memang harus ada kerjasama dari pihak keraton atau bisa jadi ini karena bagian dari keraton,” imbuhnya.

Menurut Ismail, adapun yang urgent sebetulnya bagian atap masjid utama terjadi kebocoran. Dan pihaknya sendiri sudah puluhan kali melakukan perbaikan dengan beberapa kali ganti tukang, tapi hasilnya tetap masih bocor.

“Kami tidak berani melakukan perbaikan besar karena masjid ini bagian dari situs sejarah dan budaya. Jangan sampai malah justru keaslian bangunan ini rusak. Kami berharap Dinas Kebudayaan, bisa membantu untuk perbaikan atap masjid,” ujar Ismail.

Ditemui di tempat yang sama, pelantun Salawat Syekh Nabil bin Sa’ad Sumair mengatakan Alhamdulillah pada kesempatan ini bisa bertemu bersama. Ia melihat masjid ini sungguh luar biasa.

“Insya Allah, Allah SWT terus mengokohkan masjid ini, dimakmurkan masjid ini, kemudian kegiatan-kegiatan yang ada di masjid ini mudah-mudahan terus menebar manfaat, karena Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda, sebaik-baik manusia itu yang bisa memberikan manfaat untuk manusia yang lain,” tutup Syekh Nabil.|Ilham

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.