“Dengan menjadikan Pancasila sebagai pondasi dasar yang mengaktualisasikan nilai-nilai keagamaan dan kemanusiaan, Indonesia dapat terus mempromosikan persaudaraan dan harmoni di antara umat beragama, baik di dalam negeri maupun di panggung internasional” tutup Benny.
Pembicara selanjutnya, Dr. Ferdinand, menekankan pentingnya hidup berdampingan dengan saling menghargai dan menghindari pendidikan khusus mengenai kebencian dan prasangka terhadap satu golongan.
“Islam diajarkan dan disiapkan untuk berdampingan dengan mereka yang berbeda identitas dengan saling menghormati. Kita tidak perlu pendidikan khusus mengenai kebencian dan prasangka, tetapi bagaimana kita hidup dengan nilai luhur dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Dr. Ferdinand.
Dr. Ferdinand menyatakan bahwa dengan hidup saling berdampingan dan menghormati, kebencian akan hilang dengan sendirinya.
Menurutnya, yang diperlukan adalah gerakan dari hati nurani, bukan sekadar prasangka atau adu domba. Ia mengajak semua pihak untuk bersama-sama hidup berdampingan dan menciptakan masyarakat yang harmonis dan damai.
Acara yang dihadiri oleh 50 anggota LSM Aspirasi tersebut diharapkan berhasil menciptakan dialog konstruktif tentang pentingnya mempromosikan persaudaraan sejati antarumat beragama di Indonesia dan dunia. Para narasumber sepakat bahwa penggunaan Islam sebagai komoditas politik dan framing media yang negatif harus dilawan dengan pengetahuan dan pengertian yang benar tentang Islam. podcast ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam upaya melawan segala bentuk diskriminasi berbasis agama. Ia berharap agar masyarakat dapat terus menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi dan persaudaraan, sehingga Indonesia dapat menjadi contoh bagi dunia tentang bagaimana agama dan keberagaman dapat hidup berdampingan dengan harmonis.
Acara podcast yang diselenggarakan oleh LSM Aspirasi ini menunjukkan komitmen yang kuat dari berbagai pihak untuk melawan segala bentuk diskriminasi berbasis agama dan mempromosikan persaudaraan sejati antarumat beragama. Dengan mengundang narasumber yang kompeten dan berpengalaman, acara ini berhasil menggugah kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga nilai-nilai toleransi dan perdamaian dalam kehidupan sehari-hari. Acara ini juga menegaskan pentingnya pendidikan dan pengetahuan yang benar tentang toleransi dan keberagaman, serta perlunya melawan framing media yang negatif dan penggunaan agama sebagai komoditas politik. Dengan meningkatkan rasa saling memahami dan mengerti, masyarakat dapat bersama-sama melawan segala bentuk diskriminasi, sehingga tercipta dunia yang lebih baik dan harmonis.***











