BEKASI, Radarjakarta.id — Kota Bekasi kembali dibuat tak berdaya. Sejak Rabu subuh, 28 Januari 2026, hujan ekstrem yang mengguyur tanpa jeda berubah menjadi mimpi buruk. Air bah merangsek ke permukiman warga, merendam tujuh kecamatan, dengan ketinggian air menembus 1,5 meter di titik terdalam.
Situasi paling mencekam terjadi di Kampung Lebak, Kelurahan Teluk Pucung, Bekasi Utara. Air naik cepat, menelan rumah-rumah warga hingga nyaris sebatas dada orang dewasa. BPBD Kota Bekasi terpaksa mengerahkan perahu karet untuk mengevakuasi warga yang terjebak di dalam rumah.
“Ketinggian air bervariasi mulai 10 sentimeter hingga 150 sentimeter. Titik terdalam berada di Kampung Lebak RT 001/003 Teluk Pucung,” tegas Idham Kholid, Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Bekasi.
Evakuasi Darurat, Lansia dan Anak-anak Jadi Prioritas
Proses evakuasi dilakukan dalam kondisi hujan yang masih mengguyur.
Lansia, anak-anak, dan warga rentan menjadi prioritas utama. Hingga pagi hari, sedikitnya sembilan warga berhasil dievakuasi, sementara petugas terus siaga menghadapi potensi banjir susulan.
Momen dramatis penyelamatan warga ini terekam dan diunggah BPBD Kota Bekasi di media sosial. Terlihat petugas menyusuri gang sempit yang berubah menjadi sungai dadakan.
“Evakuasi difokuskan pada kelompok rentan menuju lokasi aman. Warga diimbau tetap tenang dan mengikuti arahan petugas,” tulis BPBD.
Banjir Merata, Sekolah hingga Perumahan Ikut Terendam
Tak hanya Bekasi Utara, genangan meluas ke berbagai wilayah lain:
Pondok Gede: Jatibening Permai dan Perumahan Duta Indah terendam hingga 80 cm
Rawalumbu: Jembatan dan perumahan warga tergenang 20–40 cm
Jati Asih: Perumahan Dosen IKIP terendam 70 cm
Bekasi Barat: Perumahan Mas Naga, Puri Bintara, Duta Kranji, bahkan SDN 1 Bintara ikut kebanjiran
Bekasi Timur: Perumahan Irigasi Danita terendam hingga 60 cm
Bekasi Selatan: Komplek Keuangan dan Perumnas 2 terendam 30–100 cm
BPBD mencatat, dari 15 titik banjir, beberapa di antaranya diperparah oleh banjir kiriman dari wilayah hulu, membuat debit air meningkat cepat dan sulit dikendalikan.
Peringatan Keras: Banjir Susulan Mengintai
BPBD Kota Bekasi membagi tim ke seluruh wilayah terdampak untuk pemantauan, evakuasi, dan penanganan darurat. Masyarakat diminta tidak lengah.
“Kami terus memantau perkembangan. Warga di wilayah rawan diminta segera melapor jika membutuhkan bantuan,” pungkas Idham.
Bencana ini kembali membuka luka lama: banjir tahunan yang terus berulang, meninggalkan pertanyaan besar soal sistem drainase, tata kota, dan kesiapan menghadapi cuaca ekstrem.|Hans*











