MEDAN, Radarjakarta.id – Aksi pembegalan brutal disertai pembacokan mengguncang Kota Medan pada Minggu pagi, 17 Agustus 2025. Seorang pria bernama M. Aldi Syahputra (28) menjadi korban serangan sekelompok orang tak dikenal setelah dijebak oleh seorang perempuan yang disebut kekasihnya.
Peristiwa terjadi di kawasan lahan garapan, Jalan Simpang Beo/Jalan Jatian, Desa Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan. Aldi mengalami luka bacok parah di punggung hingga nyaris kehilangan nyawa.
Modus Perangkap Sang Pacar
Menurut keterangan saksi, peristiwa berawal saat Aldi menerima ajakan bertemu dari seorang perempuan bernama Putri, yang diklaim sebagai pacarnya. Namun, sesampainya di lokasi, ia langsung disergap oleh kawanan begal.
“Dia (Putri) yang mengajak ketemuan, lalu mengambil kunci motor korban. Setelah itu datang para pelaku, merampok, dan membacok Aldi,” ujar Ari, teman korban, kepada wartawan. Ari juga mengaku memiliki bukti percakapan antara Aldi dan Putri sebelum kejadian.
Korban kehilangan sepeda motor Honda Vario BK 3747 AHL dan sebuah telepon genggam. Para pelaku melarikan diri setelah meninggalkan Aldi terkapar bersimbah darah.
Keluarga Terlilit Biaya Rumah Sakit
Aldi sempat mendapat perawatan darurat di Rumah Sakit Haji Medan. Namun karena biaya perawatan disebut mencapai Rp90 juta, keluarga memutuskan membawanya pulang. “Keluarga tidak mampu, jadi korban dirawat di rumah saja,” ujar seorang kerabat.
Kasus ini memunculkan sorotan tajam terhadap akses kesehatan korban tindak kriminal. Anggota DPRD Kota Medan, Lailatul Badri, mendesak pemerintah segera memperluas jaminan kesehatan bagi korban kekerasan jalanan.
Polisi Buru Pelaku, Pacar Jadi Saksi Kunci
Kapolsek Medan Tembung, AKP Ras Maju Tarigan, menyatakan pihaknya sudah memeriksa lokasi kejadian dan memulai penyelidikan. “Korban diarahkan membuat laporan penganiayaan karena dokumen kendaraan tidak lengkap. Namun kami terus memburu para pelaku,” kata Tarigan, Selasa 19 Agustus 2025.
Putri, perempuan yang disebut sebagai pacar korban, kini menjadi salah satu pihak yang akan dimintai keterangan. Polisi menduga kuat ia terlibat dalam skenario penjebakan.
Sorotan Publik dan Tuntutan Ketegasan
Insiden ini terjadi bertepatan dengan perayaan HUT ke-80 RI, namun keluarga korban justru diliputi duka. Anggota DPRD Medan, Lailatul Badri, menuntut polisi bertindak tegas terhadap begal sadis. Ia juga mendorong patroli malam, ronda, hingga jam malam kembali digalakkan.
“Sanksi tegas penting, tapi pencegahan juga harus ditingkatkan,” ujar Lailatul.
Kasus ini menambah daftar panjang kejahatan jalanan di Sumatera Utara yang kerap memakan korban. Hingga kini, pelaku masih buron, sementara keluarga Aldi berharap aparat bertindak cepat membawa mereka ke meja hukum.










