Beda Karakter, Beda Cara Menghadapi Teror: Kisah Tiga Sahabat dalam Hungry Ghost Festival

Dok. MVP Pictures
banner 468x60

JAKARTA, Radarjakarta.id – Perbedaan karakter bisa menjadi warna dalam persahabatan, tetapi situasinya akan berbeda ketika ketiganya harus menghadapi teror supranatural. Premis tersebut diangkat dalam Hungry Ghost Festival, film horor-komedi produksi MVP Pictures yang memadukan misteri, humor, dan dinamika hubungan tiga sahabat.

Ditulis dan disutradarai oleh Imam Darto, film ini dibintangi Endy Arfian sebagai Raka, Aci Resti sebagai Tintin, dan Fajar Nugra sebagai Bobi. Cerita berpusat pada perjalanan mereka yang berubah menjadi petualangan tak terduga setelah tanpa sengaja melanggar sejumlah pantangan saat perayaan Hungry Ghost Festival.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Raka merupakan sosok perfeksionis yang cenderung kaku, sementara Tintin lebih spontan dan berani mengambil risiko. Di antara keduanya, Bobi berusaha menjadi penengah ketika perbedaan pendapat mulai memicu masalah. Karakter yang saling bertolak belakang ini menghadirkan dinamika komedi sekaligus menjadi tantangan bagi persahabatan mereka saat berhadapan dengan berbagai kejadian di luar nalar.

Bagi Endy Arfian, memerankan Raka menjadi pengalaman tersendiri karena ia harus menyesuaikan ritme akting dengan Aci Resti dan Fajar Nugra yang memiliki latar belakang sebagai komika. Tantangannya adalah membangun humor melalui karakter Raka yang serius tanpa kehilangan ciri khasnya.

“Buat aku, tantangannya adalah beradu akting sama Aci dan Fajar yang punya warna komedi masing-masing. Aku harus bisa mengikuti ritme mereka, tapi tetap membawakan Raka dengan karakter dan responsnya sendiri. Ternyata, karakter yang lebih serius juga bisa jadi bagian dari komedi, justru dari reaksinya saat menghadapi tingkah dua sahabatnya. Menariknya, kami jadi saling melengkapi untuk membangun dinamika kita bertiga,” ujar Endy Arfian dalam siaran pers yang dikutip Senin (19/10/2026).

Sementara itu, Aci Resti menggambarkan Tintin sebagai sosok yang sulit menahan rasa penasaran. Kepribadiannya yang spontan membuat Tintin kerap mengambil tindakan tanpa memikirkan konsekuensi, sehingga persoalan yang awalnya sederhana bisa berkembang menjadi lebih rumit.

“Gue mah kalau udah penasaran atau pengin tahu sesuatu, biasanya susah disuruh diem. Tintin juga begitu, orangnya spontan dan kadang nggak mikir panjang dulu. Cuma ya itu, gara-gara sifatnya, situasi yang tadinya biasa aja bisa jadi panjang urusannya. Tapi seru sih mainin karakter kayak Tintin, karena dia punya cara sendiri buat menghadapi masalah, walaupun kadang caranya bikin orang lain ikut pusing,” kata Aci Resti.

Berbeda dari kedua sahabatnya, Bobi lebih banyak berusaha menjaga keadaan tetap terkendali. Fajar Nugra menilai, karakter tersebut menggambarkan pengalaman yang cukup dekat dengan kehidupan sehari-hari, terutama ketika seseorang harus menghadapi persoalan akibat perbedaan cara berpikir di antara teman-temannya.

“Si Bobi itu, kayaknya ada beberapa hal yang sama sama gue, terutama kalau lagi ada dua teman yang beda banget cara mikirnya. Kadang kita cuma pengin semuanya aman, tapi malah ikut kebawa ke masalah mereka, hahaha. Buat gue, itu yang menarik dari persahabatan mereka. Walaupun sering ribut atau beda pendapat, pas ada masalah mereka tetap jalan bareng. Apalagi kalau masalahnya udah berhubungan sama hal-hal supranatural kayak di film ini, mau nggak mau harus saling bantu,” ujar Fajar Nugra.

Selain mengeksplorasi hubungan antarkarakter, Hungry Ghost Festival turut mengangkat tradisi sebagai bagian dari latar cerita. Untuk mengenal lebih dekat tradisi yang menjadi inspirasi film, para pemain berkesempatan menyaksikan langsung rangkaian perayaan Hungry Ghost Festival di Klenteng Bu An Kiong, Bekasi, dan Vihara Boen San Bio, Tangerang.

Dalam sejumlah komunitas Tionghoa Indonesia, Hungry Ghost Festival juga berkaitan dengan tradisi seperti Cioko dan Sembahyang Rebutan. Latar tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan Raka, Tintin, dan Bobi, terutama ketika ketidaktahuan mereka terhadap sejumlah pantangan membawa mereka ke situasi yang semakin mencekam.

Kejadian supranatural yang mereka alami menjadi sumber ketegangan, sedangkan perbedaan karakter menghadirkan humor di tengah situasi tersebut. Perpaduan ini membuat cerita tidak hanya berpusat pada teror, tetapi juga menyoroti cara ketiga sahabat menghadapi ketakutan dan menyelesaikan masalah bersama.

Melalui Hungry Ghost Festival, MVP Pictures menawarkan petualangan yang memadukan horor, komedi, dan drama persahabatan. Di tengah kejadian misterius yang sulit dipahami, Raka, Tintin, dan Bobi harus membuktikan bahwa perbedaan bukan berarti mereka tidak dapat saling mengandalkan.

Film Hungry Ghost Festival dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 26 November 2026.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.