Banjir dan Longsor Melanda Tujuh Daerah di Sumut, Korban Terus Bertamba

banner 468x60

MEDAN, Radarjakarta.id— Hujan deras yang mengguyur Sumatera Utara sejak Sabtu hingga Selasa malam, 25 November 2025, memicu banjir dan longsor di tujuh kabupaten/kota. Sejumlah sungai meluap, puluhan rumah rusak, dan korban jiwa terus bertambah seiring upaya evakuasi yang dilakukan berbagai pihak di lapangan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut mencatat wilayah terdampak paling parah berada di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) dan Tapanuli Selatan (Tapsel). Di Tapteng, empat warga Desa Mardame, Kecamatan Sitahuis, ditemukan meninggal dunia setelah rumah mereka tertimbun longsor pada dini hari. Para korban ialah Dewi Hutabarat dan tiga anaknya.

 

Di Tapsel, 34 warga dari enam desa mengalami luka berat dan ringan usai banjir bandang menerjang permukiman. Mereka masih menjalani perawatan darurat sambil menunggu bantuan tambahan. BPBD Sumut telah mendirikan posko dan dapur umum di Desa Batu Hula, titik yang dinilai aman dari ancaman banjir.

Longsor juga terjadi di Desa Hapesong Baru, Kecamatan Batangtoru, yang menimpa satu rumah dan menyebabkan tujuh orang menjadi korban. Tiga orang berhasil diselamatkan, sementara empat lainnya masih dalam pencarian. Salah satu korban bernama Tika ditemukan meninggal dunia.

BPBD Sumut telah melaporkan kondisi ini kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) guna mendapatkan dukungan personel, logistik, serta peralatan. Bantuan tenda lapangan dan tim tambahan sudah dikerahkan ke beberapa titik bencana.

Selain Tapteng dan Tapsel, wilayah lain yang terdampak mencakup Kabupaten Mandailing Natal, Tapanuli Utara, Nias, Kota Gunungsitoli, dan Sibolga. Di Mandailing Natal, banjir merendam ratusan rumah dan memaksa 400 warga mengungsi. Di Tapanuli Utara, luapan Sungai Aek Mahassan merendam setidaknya 60 rumah dan dua titik longsor menimpa dua unit rumah.

Di Kota Sibolga, enam titik longsor mengakibatkan lima korban meninggal dunia, sementara empat warga lainnya masih hilang. Sedikitnya 17 rumah mengalami kerusakan berat. Sementara di Nias Selatan dan Kota Gunungsitoli, longsor menutup akses jalan serta merusak permukiman, meski tidak ada laporan korban jiwa.

Upaya penanganan turut diperkuat oleh Polda Sumut melalui pengerahan empat kompi Brimob, tim medis Dokes, unit telematika, serta personel Samapta. Mereka bertugas melakukan evakuasi, pencarian, pengaturan lalu lintas, hingga pemulihan komunikasi di sejumlah titik.

Situasi semakin sulit ketika jaringan telekomunikasi di wilayah Sibolga–Tapteng terputus sejak siang hari. Hal ini menghambat pendataan serta koordinasi antarinstansi. Upaya pemulihan jaringan masih dilakukan hingga malam.

Sementara itu, Polres Tapteng merilis kronologi penemuan satu keluarga korban longsor di Desa Mardame. Kepala desa setempat yang curiga melihat rumah warga tertutup material tanah kemudian mendobrak pintu dan menemukan kamar yang tertimbun. Evakuasi dilakukan bersama warga dan Bhabinkamtibmas hingga akhirnya keempat korban berhasil ditemukan dan disemayamkan di rumah keluarga.***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.