Banjir Bandang Terjang India: 4 Tewas, 50 Orang Hilang

banner 468x60

INDIA, Radarjakarta.id – Bencana alam kembali mengguncang kawasan pegunungan Himalaya. Sedikitnya empat orang tewas dan sekitar 50 lainnya hilang setelah banjir bandang dan tanah longsor menghantam Desa Dharali, Distrik Uttarkashi, Negara Bagian Uttarakhand, India utara, pada Selasa, 5 Agustus 2025.

Menurut laporan India Today, hujan lebat yang mengguyur daerah aliran sungai (DAS) Kheer Ganga sejak Senin malam memicu banjir besar yang menyapu rumah-rumah penduduk, hotel, serta infrastruktur jalan. Visual dari saluran televisi lokal dan media sosial menunjukkan gelombang deras air menerjang perbukitan, menyapu habis pemukiman dan akses jalan di wilayah terdampak.

“Gelombang besar banjir bandang menerjang wilayah tersebut. Kami sedang menilai tingkat kerusakan dan jumlah korban,” ujar Prashant Arya, Hakim Distrik Uttarkashi.

Hingga saat ini, militer India, Badan Tanggap Bencana Nasional (NDRF), dan unit penyelamatan negara bagian telah dikerahkan ke lokasi untuk melakukan operasi penyelamatan darurat. Menteri Dalam Negeri Amit Shah juga telah memerintahkan polisi perbatasan Indo-Tibet untuk turun tangan membantu proses evakuasi.

Menurut laporan Reuters, lebih dari 50 orang dinyatakan hilang setelah tersapu air bah yang menghantam kaki bukit. Banyak dari mereka diduga adalah pekerja dan warga yang terjebak di dalam bangunan saat banjir melanda.

Peringatan Hujan Ekstrem hingga 10 Agustus

Departemen Meteorologi India mengeluarkan peringatan dini akan potensi hujan deras berkepanjangan di kawasan pegunungan Uttarakhand hingga 10 Agustus mendatang. Pemerintah daerah memperingatkan masyarakat untuk menjauh dari aliran sungai dan mencari tempat yang lebih aman.

“Tingkat muka air meningkat drastis di wilayah Harshil, Uttarkashi. Kami imbau warga tidak mendekat ke sungai,” tulis Kepolisian Uttarakhand melalui akun resmi X (dulu Twitter).

Ancaman yang Terus Berulang di Himalaya

Uttarakhand dikenal sebagai salah satu daerah paling rawan di India terkait bencana alam. Dalam beberapa tahun terakhir, banjir bandang dan tanah longsor semakin sering terjadi kondisi yang disebut para ahli sebagai dampak dari perubahan iklim, degradasi hutan, dan pembangunan berlebihan di kawasan pegunungan.***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.