Bandung Diserbu 1,5 Juta Kendaraan Saat Libur Imlek

banner 468x60

BANDUNG, Radarjakarta.id – Bandung kembali “diserbu”. Dalam empat hari libur panjang Tahun Baru Imlek 2026, lebih dari 1,5 juta kendaraan tercatat memasuki wilayah Bandung. Angka fantastis ini menjadikan periode 14–17 Februari 2026 sebagai salah satu momen terpadat di awal tahun.

Data kepolisian dan dinas perhubungan menunjukkan arus kendaraan yang masuk jauh lebih besar dibandingkan yang keluar. Tercatat sekitar 1,5 juta unit kendaraan masuk, sementara yang keluar berkisar 1,3 juta unit. Artinya, ada selisih sekitar 200 ribu kendaraan yang masih tertahan di dalam dan sekitar Kota Kembang hingga awal pekan.

Gerbang Tol Pasteur Lumpuh, Antrean Mengular

Titik terparah terjadi di Gerbang Tol Pasteur akses utama dari arah Jabodetabek melalui Tol Cipularang. Sejak Sabtu pagi, volume kendaraan terus merangkak naik dan mencapai puncaknya pada Minggu siang. Antrean kendaraan mengular panjang, terutama di jalur menuju pusat kota dan kawasan wisata.

Tak hanya pintu tol, kepadatan juga menjalar ke ruas-ruas arteri seperti Jalan Dr. Djunjunan, Setiabudi, Dago, hingga jalur menuju Lembang dan Ciwidey. Waktu tempuh yang normalnya 30 menit, melonjak drastis menjadi 2 hingga 3 jam untuk jarak relatif pendek.

Mayoritas kendaraan berasal dari Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Selain mobil pribadi, bus pariwisata dan kendaraan travel turut mendominasi arus masuk.

Bandung Tetap Jadi Magnet Libur Nasional

Lonjakan ini menjadi bukti bahwa Bandung masih menjadi destinasi favorit untuk berwisata, berburu kuliner, belanja, hingga menghabiskan waktu bersama keluarga saat libur nasional seperti Imlek.

Namun di balik tingginya angka kunjungan, kemacetan masif menjadi catatan serius. Aktivitas warga terganggu, kualitas perjalanan wisata menurun, dan tekanan terhadap infrastruktur kota semakin terasa.

Polisi Terapkan Rekayasa Lalu Lintas

Mengantisipasi kepadatan, aparat dari Polrestabes Bandung bersama Dinas Perhubungan menerapkan rekayasa lalu lintas situasional. Skema buka-tutup jalur, pengalihan arus, hingga penjagaan di titik rawan diberlakukan untuk mengurai antrean.

Petugas juga mengimbau pengendara tidak parkir di bahu jalan dan mematuhi arahan di lapangan. Personel gabungan dari jajaran Polsek hingga Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Barat disiagakan penuh, terutama di kawasan Lembang dan pusat kota.

Ujian Infrastruktur dan Manajemen Transportasi

Fenomena 1,5 juta kendaraan ini bukan sekadar angka statistik, melainkan alarm bagi penguatan manajemen transportasi dan kesiapan infrastruktur kota menghadapi musim liburan besar.

Bandung memang primadona wisata. Namun tanpa strategi jangka panjang mulai dari pengembangan transportasi publik terintegrasi hingga pengaturan mobilitas berbasis teknologi lonjakan serupa berpotensi kembali terulang pada momentum libur berikutnya.

Libur Imlek 2026 membuktikan satu hal: daya tarik Bandung tak pernah surut. Tantangannya kini, bagaimana memastikan ribuan kendaraan itu tidak lagi menjelma menjadi lautan kemacetan yang menggerus kenyamanan kota.|Hans*

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.