TAPUT, Radarjakarta.id – Kreativitas seorang Babinsa Koramil 24/Pahae Julu, Sertu Abdur Rohim, berhasil mengubah limbah batok kelapa menjadi arang yang bernilai ekonomi tinggi, sekaligus mendorong peningkatan UMKM di wilayah binaannya.
Rohim, yang akrab disapa warga sebagai “Rohit Madura”, menjelaskan kepada Radarjakarta.id melalui telepon, Senin (1/9/2025), bahwa ide pengolahan limbah batok kelapa muncul dari pengamatannya terhadap kegiatan masyarakat di kampungnya.
“Setiap ada pesta atau acara adat, saya selalu melihat banyak batok kelapa yang dibuang begitu saja. Dari situ saya berpikir, kenapa limbah ini tidak diolah agar memiliki nilai ekonomi?” ujarnya.
Berbekal kreativitas dan ketekunan, Sertu Rohim mulai mengolah batok kelapa menjadi arang berkualitas. Menurutnya, langkah ini tidak hanya memberi nilai tambah pada limbah, tetapi juga menjadi contoh nyata bagi masyarakat bahwa sumber daya lokal dapat meningkatkan ekonomi.
“Tujuan saya adalah memberikan contoh kepada warga bahwa limbah batok kelapa, bila dikelola dengan baik, bisa menghasilkan nilai jual tinggi dan membantu peningkatan UMKM serta perekonomian lokal,” kata Rohim.
Sertu Rohim menambahkan, batok kelapa bukan hanya limbah, tetapi merupakan sumber daya alam strategis dengan potensi ekspor yang tinggi. Oleh karena itu, pengelolaan yang tepat akan sangat bermanfaat bagi masyarakat dan ekonomi daerah.
“Permintaan arang batok kelapa sangat tinggi. Saat ini saya fokus memenuhi pasar di Medan, meskipun permintaan dari Jambi dan Bogor juga mulai masuk,” tutupnya.
Inisiatif Sertu Rohim ini menjadi inspirasi bagi banyak warga dan pengusaha lokal untuk memanfaatkan limbah dengan cara kreatif, sekaligus membuka peluang bisnis baru di tengah masyarakat Taput.***
Babinsa Koramil Pahae Julu Sulap Limbah Batok Kelapa Jadi Arang Bernilai Ekonomi Tinggi










