Ayodya Pala Ciptakan Tari Kembang Merona

banner 468x60

DEPOK, Radarjakarta.id – Di awal tahun 2026 Sanggar Ayodya Pala menciptakan tari kreasi baru dengan nama Tari Kembamg Merona.

Pencipta Tari Kembang Merona Yulli Fajar kepada Jurnal Depok mengatakan Tari Kembang Merona diciptakan untuk menambah khasanah tarian di Sanggar Ayodya Pala.

Dia menambahkan Tarian Kembang Merona Ini diciptakan dengan waktu selama satu tahun.

“Tarian Kembang Merona ini kami cipatakan pada tahun 2025,” katanya

Dia menambahkan sejak tahun 2025 tari tersebut sudah mulai proses dari awal hingga mengalami revisi.

Awalnya Tarian ini diberikan nama Nona Nyentrik, yang direvisi atau dirubah menjadi Tari Kembang Merona.

Hal itu dilakukan karena gerakan tarian, dan kostum dinilai tidak pas maka dirubah.

Dan pada awal tahun 2026 ini akhirnya Tari Kembang Merona bisa diciptakan.

Merupakan tari kreasi baru yang berpijak dari kesenian cokek Betawi.

Dimana cokek merupakan tarian budaya dari Chinese sehingga menciptakan perpaduan Chinese dan Betawi.

Menggambarkan Gadis gadis yang sedang kasmaran adalah fase di mana bunga berada dalam kondisi terbaiknya—mekar sempurna, wangi, dan menawan.

Sini melambangkan manusia yang telah mencapai potensi maksimal atau kedewasaan diri yang utuh.

Divisualisasikan dalam bentuk gerak-gerak tari Betawi yang dikembangkan dengan unsur-unsur keindahan, keberanian, dan semangat hidup.

Dengan kostum dominan merah serta menggunakan saputangan merah, sebagai simbol wanita yang mandiri, kecantikan yang mempesona, kekuatan diri, dan kebahagian yang terpancar.

Dia menambahkan Tari Kembang Merona ini nantinya bisa disiarkan ke lapisan masyarakat Kota Depok dan menjadi perbendaharaan tarian di Kota Depok.

Ayodya Pala juga memiliki Tari Goyang Ngamprog dan Tari Godeg Ayu disuguhkan dalam program Susur Budaya – Sanggar Seni Ayodya Pala melalui kanal  YouTube.

Tari Goyang Ngamprog dan tari Godeg Ayu adalah dua karya cipta tari yang lahir dari sanggar Ayodya Pala.

Dua tarian ini bisa dikatakan hasil pencapaian sanggar tari yang didirikan Dra. Etin Budi Agustinah pada tahun 1980.

Tari Goyang Ngamprok, karya Wahyu Kartadinata Suroso,dari sanggar tari Ayodya Pala,  berasal dari Betawi yang mengambil pijakan dari bentuk tari Cokek yaitu pengembangan dari gerak kewer.

Menceritakan tentang kehidupan sehari-hari remaja yang berkumpul, bercengkrama dan bercanda ria. Konflik sering terjadi diantara mereka tetapi mereka bisa saling memaafkan kembali.

Sementara  Tari Godeg Ayu merupakan tari kreasi baru yang berpedoman pada kesenian Topeng asli Cisalak, Kota Depok, Jawa Barat.  Koreografernya adalah Wulandari juga dari sanggar tari Ayodya Pala.

Tarian ini menggambarkan berbagai perubahan dalam kehidupan seorang gadis yang menginjak usia dewasa.

Dalam upaya pencarian jati diri, mereka tak lepas dari kodratnya sebagai perempuan muda dengan segala problematikanya.

Keceriaan masa muda, harapan membuncah, dan semangat untuk menggapai cita-cita yang seringkali diselingi masalah cinta.

Ayodya Pala adalah wadah seni yang aktif mengeksistensikan budaya sehingga bisa mengenalkan Indonesia ke mancanegara.

“Alhamdulillah, Ayodya Pala sering ditunjuk untuk mewakili Indonesia ke luar negeri,” tuturnya.

Dengan menari, tambah Yulli, dirinya telah menjadi warganegara yang cinta budaya sendiri.

“Dan kami (penari tradisional) insya Allah akan terus mengepakkan sayap guna memperkenalkan budaya Indonesia,” katanya.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.