Radarjakarta.id | JAKARTA – Asmara Sandhya, brand jewelry dan pakaian tidur milik anak bangsa memamerkan sejumlah koleksi karya drg. Hardini Dyah Astuti dalam acara yang mengangkat tema Finding “me” Inside di KLTR Cafe, Jakarta Pusat pada Rabu (6/3/2024).
Dalam kesempatan itu, Perempuan yang akrab disapa Dini ini mengungkapkan, Asmara Sandhya hadir ketika banyak orang beranggapan bahwa mempercantik diri hanya dibutuhkan ketika banyak orang melihat dan mendapat pujian.
“Orang beranggapan baju tidur tidak perlu menarik karena hanya di rumah dan ditempat tidur. Namun pernahkah kita berpikir untuk menjadi versi terbaik bagi diri kita sendiri dan Sang Pencipta,” kata Dini.
Begitu juga dengan kecintaan Dini pada perhiasan yang memiliki unsur dari bumi, yaitu silver dan batu mulia. Terdapat suatu pemahaman bahwa ketika seseorang memakai unsur ini, maka akan mendapatkan sumbangan energi dari bumi untuk si pemakai.
“Oleh sebab itu brand ini hadir, dan semoga Asmara Sandhya yang dibuat dengan prinsip slow fashion, home industry, one of kind jewelry dan intimate dapat menempati hati sahabat sekalian,” tambahnya.
Untuk diketahui, Dini adalah seorang Periodontist dan Implantologist yang berpengalaman lebih dari 15 tahun di bidangnya. Karena dilahirkan dari latar belakang keluarga akademisi, sedari kecil ia sudah dididik untuk bersekolah setinggi mungkin dan mendapat nilai yang baik, sehingga seringkali menghapus keinginan untuk berkarya di luar jalur akademis.
Tidak heran ia merupakan lulusan cumlaude tahun 2008 dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Trisakti dan summa cumlaude program spesialis dari Departemen Periodontologi Universitas Airlangga pada 2013.
Selain itu, Dini pernah melanjutkan pendidikan di beberapa Fakultas Kedokteran Gigi di luar negeri yakni Zentrum der Zahn, Mund und Kieferheilkunde des Klinikums der Goethe-Frankfurt University di Departemen Bedah Mulut dan Implantologi, Jerman.
Kemudian di Universitatsklinikum des Saarlandes di Homburg/Saar, Jerman, hingga mengikuti pendidikan periodontology lanjutan di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Michigan, Amerika Serikat.
Perempuan yang lahir 12 Maret ini, juga sempat aktif sebagai pembicara baik di dalam maupun luar negeri, baik itu memberikan kuliah singkat, atau pun bahasan ilmiah.
Di sisi lain, dokter gigi ini juga memiliki ketertarikan terhadap dunia metafisik, filsafat, seni, dan fashion. Sampai pada akhirnya, Dini menerima diri seutuhnya dan memiliki keberanian untuk saat ini mengatakan pada dunia “Tentang siapa saya, jika seluruh potongan diri ini dijadikan satu kesatuan”. | Ilham*










