SPORT, Radarjakarta.id – Arsenal kembali berada di persimpangan genting. Di saat langkah mereka melaju ke semifinal Piala Liga Inggris, alarm bahaya justru berbunyi keras di lini belakang. Cedera yang datang bertubi-tubi memaksa Mikel Arteta berpikir di luar skema bahkan mulai melirik talenta muda paling panas milik AC Milan.
The Gunners memang berhasil menyingkirkan Crystal Palace lewat drama adu penalti di Emirates Stadium. Namun performa yang jauh dari kata meyakinkan itu kembali menelanjangi masalah lama: rapuhnya kedalaman skuad, khususnya di sektor pertahanan.
Masalah kian pelik setelah Piero Hincapie mendadak masuk daftar cedera usai kemenangan tipis atas Everton. Cedera bek asal Ekuador itu menambah panjang daftar pemain bertahan Arsenal yang tumbang, menyusul Ben White, Cristhian Mosquera, dan Gabriel Magalhaes. Meski belum ada indikasi cedera jangka panjang, situasi ini memunculkan satu pertanyaan besar di London Utara: apakah Arsenal terpaksa belanja bek di Januari?
Jawabannya mengarah ke Italia. Media Negeri Pizza menyebut Arsenal termasuk klub Premier League yang “terobsesi” pada Davide Bartesaghi, bek muda AC Milan berusia 19 tahun yang sedang naik daun. Performa impresifnya di San Siro membuat namanya masuk radar klub-klub elite Eropa.
Bartesaghi bukan sekadar pelapis. Sejak dipromosikan Massimiliano Allegri ke tim utama musim panas lalu, ia langsung memikul tanggung jawab besar menggantikan Theo Hernandez yang hengkang ke Al-Hilal. Adaptasinya nyaris sempurna—sembilan starter di Serie A, dua gol penting, dan satu fakta mencolok: Milan belum pernah kalah sejak ia menjadi bagian reguler tim utama.
Kontribusinya disebut krusial dalam menjaga Rossoneri di papan atas Serie A, hanya terpaut satu poin dari Inter Milan. Tak heran jika Arsenal terus memantau situasinya sejak bursa transfer musim panas, meski Milan berada di posisi sangat kuat berkat kontrak Bartesaghi yang berlaku hingga 2030.
Namun, transfer Januari tampak lebih sebagai mimpi ketimbang realita. Milan tak tertekan menjual, sang pemain bahagia di San Siro, dan Arsenal sendiri terjepit aturan Financial Fair Play setelah menghamburkan sekitar 250 juta pound di musim panas—rekor tertinggi sepanjang sejarah klub.
Dengan pemasukan penjualan pemain yang minim, Arteta diprediksi harus bertahan dengan solusi darurat. Kabar baiknya, White, Gabriel, dan Mosquera ditargetkan pulih sebelum akhir Januari. Bahkan jika krisis berlanjut, Arsenal masih memiliki opsi ekstrem: menurunkan Declan Rice atau Martin Zubimendi sebagai bek dadakan, atau menggeser Bukayo Saka ke posisi bek kiri.
Kini, waktu menjadi musuh terbesar Arsenal. Bursa Januari mendekat, cedera belum sepenuhnya reda, dan nama Bartesaghi terus bergema. Apakah ini sekadar rumor panas, atau sinyal awal transfer kejutan yang bisa mengguncang Eropa?***










