JAKARTA, Radarjakarta.id — Asosiasi Pengusaha dan Pengelola Dapur Makan Bergizi Gratis Indonesia (APPMBGI) memperluas kerja sama strategis dengan sektor swasta guna memperkuat ekosistem rantai pasok pangan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Upaya tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara Dewan Pengurus Pusat (DPP) APPMBGI dan PT Harmoni Niaga Mulia, yang difokuskan pada pengembangan dan distribusi produk kurma sebagai salah satu komoditas pangan bernilai gizi.
Penandatanganan MoU berlangsung di Workshop dan Tempat Uji Kompetensi APPMBGI, Jalan Kalisari Raya, Jakarta Timur. APPMBGI diwakili langsung oleh Ketua Umum DPP APPMBGI, Dr. Ir. Abdul Rivai Ras, M.M., M.S., M.Si., IPU., ASEAN Eng., didampingi Wakil Ketua Umum I Prof. Dr. Siti Nur Azizah Ma’ruf Amin, M.Hum, serta Sekretaris Jenderal Mukhradis Hadi Kusumajaya, M.Si.
Kerja sama ini diarahkan untuk memperkuat ketersediaan dan distribusi produk kurma bagi dapur-dapur MBG, sekaligus membuka peluang usaha yang lebih terstruktur dan berkelanjutan bagi anggota APPMBGI. Kurma dipandang sebagai salah satu komoditas yang memiliki nilai gizi, daya simpan, dan fleksibilitas pemanfaatan dalam menu makanan bergizi, terutama dalam konteks program berskala nasional.
Ketua Umum APPMBGI Abdul Rivai Ras menegaskan bahwa penguatan rantai pasok merupakan salah satu tantangan utama dalam implementasi MBG. “Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya soal operasional dapur, tetapi juga tentang kesiapan sistem pasok pangan yang stabil, berkualitas, dan berkelanjutan. Kemitraan dengan PT Harmoni Niaga Mulia ini merupakan bagian dari upaya APPMBGI membangun ekosistem rantai pasok yang terintegrasi dan profesional,” ujarnya.
Menurutnya, kolaborasi dengan pelaku usaha yang memiliki kapasitas dan rekam jejak dalam distribusi pangan menjadi penting agar dapur MBG tidak selalu berada pada posisi paling rentan ketika terjadi gangguan pasokan atau fluktuasi harga. “Kami mendorong model kemitraan bisnis yang sehat, transparan, dan saling menguntungkan, sehingga memberi nilai tambah bagi anggota sekaligus mendukung keberhasilan program pemerintah,” kata Abdul Rivai.
Kehadiran jajaran pimpinan DPP APPMBGI dalam penandatanganan MoU ini juga mencerminkan keseriusan organisasi dalam menata aspek hulu MBG. Selama ini, diskursus publik tentang MBG kerap berfokus pada aspek anggaran dan distribusi manfaat, sementara dimensi rantai pasok pangan belum banyak mendapat perhatian.
Melalui kerja sama dengan PT Harmoni Niaga Mulia, APPMBGI berharap dapat mengembangkan model kolaborasi publik–swasta yang dapat direplikasi untuk komoditas pangan lainnya. Dengan demikian, MBG tidak hanya menjadi program pemenuhan gizi jangka pendek, tetapi juga menjadi pengungkit penguatan ekosistem pangan nasional dan ekonomi anggota secara berkelanjutan.











