JAKARTA, Radarjakarta.id — Film komedi sosial CAPER: Check Out Sekarang, Pay Later dipastikan tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 5 Februari 2026. Film produksi Scovi Films dan RAPI Films ini disutradarai Surya Ardy Octaviand dan dibintangi Amanda Manopo serta Fajar Sadboy sebagai kakak-beradik dengan dinamika emosional yang kuat.
Amanda Manopo memerankan tokoh Tina, mantan pemenang kontes kecantikan Senyum Manis Putri Depok yang terlihat sempurna di luar, namun rapuh secara emosional dan finansial. Ia mengaku dipilih bukan karena postur tubuh, melainkan karena kedalaman karakter yang dibutuhkan dalam film ini.
“Tina cantik, tapi tidak utuh. Banyak perempuan bisa melihat dirinya di karakter ini,” ujar Amanda Manopo saat konferensi pers di Jakarta, Selasa (6/1/2026).
Dalam cerita, Tina terjerat utang akibat kegemarannya berbelanja online hingga akhirnya bekerja di sebuah perusahaan pinjaman online ilegal. Situasi tersebut justru menyeretnya ke dalam upaya membongkar sindikat kejahatan finansial yang merugikan masyarakat.
Relasi Tina dengan adiknya, Umski (Fajar Sadboy), menjadi salah satu kekuatan cerita. Hubungan kakak-adik ini digambarkan penuh konflik, emosi, dan humor, dengan pola love and hate relationship yang kerap memicu ketegangan sekaligus tawa.
Amanda menyebut chemistry dengan Fajar Sadboy sudah terbentuk sejak awal. Ia bahkan sempat berseloroh meminta sutradara mengganti pemeran adiknya, namun ditolak karena dinilai sudah sangat klop.
Produser Sunar Samtani mengatakan film CAPER merupakan pengembangan dari serial Pay Later yang sebelumnya tayang di platform digital. Menurutnya, versi layar lebar ini menghadirkan perjalanan karakter yang lebih dalam dan cerita yang lebih relevan dengan kondisi sosial saat ini.
Selain Amanda Manopo dan Fajar Sadboy, film ini turut dibintangi Devano Danendra, Jovial Da Lopez, Sastra Silalahi, Kaneishia Yusuf, Wavi Zihan, dan sejumlah aktor lainnya.
Melalui balutan komedi, CAPER menyampaikan pesan tentang pentingnya mencintai diri sendiri, mengelola emosi, serta bijak menghadapi godaan gaya hidup konsumtif di era digital.***











