Alas Roban, Film Horor Tayang di Bioskop 15 Januari

banner 468x60

JAKARTA, Radarjakarta.id – Film horor Alas Roban dipastikan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia pada 15 Januari 2026. Mengangkat mitos jalur paling angker di Pulau Jawa, film ini langsung menyedot perhatian publik bahkan sebelum penayangannya. Perbincangan masif di Google, TikTok, Instagram, YouTube, hingga X (Twitter) menjadikan Alas Roban sebagai salah satu film paling viral jelang 2026.

Alas Roban, jalur hutan legendaris di Batang, Jawa Tengah, selama puluhan tahun dikenal sebagai lokasi penuh kisah mistis, kecelakaan misterius, dan cerita orang hilang. Film ini memanfaatkan ketakutan kolektif tersebut dengan menyuguhkan horor atmosferik yang berpadu dengan konflik psikologis dan drama keluarga.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Kisah berpusat pada Sita, seorang ibu tunggal yang melakukan perjalanan malam bersama putrinya, Gendis. Perjalanan berubah mencekam saat bus yang mereka tumpangi berhenti di tengah Alas Roban. Sejak saat itu, para penumpang mengalami rentetan teror: bisikan gaib, penampakan bayangan, hingga kerasukan yang mengarah pada ritual kuno yang belum terselesaikan.

Trailer resmi yang beredar di YouTube menampilkan suasana hutan gelap, suara lirih memanggil nama, serta kepanikan para penumpang bus. Cuplikan singkat itu langsung viral dan memicu jutaan penayangan, disertai komentar netizen yang mengaku merinding bahkan sebelum film dirilis.

Di TikTok dan Instagram, potongan adegan film ramai dijadikan konten reaksi. Tagar #AlasRoban dan #Teror15Januari menjadi pembahasan hangat, sementara di X, netizen memperdebatkan apakah kisah dalam film ini murni fiksi atau terinspirasi dari kejadian nyata yang selama ini hanya beredar sebagai cerita lisan.

Daya tarik Alas Roban juga diperkuat oleh jajaran pemain papan atas. Michelle Ziudith tampil sebagai Sita, sosok ibu yang terjebak antara logika dan dunia gaib. Fara Shakila memerankan Gendis, anak kecil yang menjadi pusat teror mistis. Rio Dewanto berperan sebagai Anto, karakter yang memahami seluk-beluk jalur Alas Roban. Taskya Namya hadir sebagai Tika, kerabat yang ikut terlibat dalam upaya penyelamatan.

Sementara itu, Imelda Therinne memerankan Dewi Raras, sosok antagonis yang dikaitkan dengan sumpah dan ritual lama. Peran spiritual juga diperkuat oleh Dewi Pakis sebagai Bu Emah, figur penjaga tradisi yang mengetahui rahasia Alas Roban. Sejumlah aktor pendukung seperti Whani Darmawan, Pritt Timothy, Della Dartyan, Rukman Rosadi, Agus Kuncoro, Ruth Marini, Saputra Kori, hingga Bayu Ramli turut memperkaya cerita dengan karakter-karakter misterius yang mempertebal nuansa horor.

Pengamat film menilai Alas Roban tidak hanya mengandalkan jumpscare, tetapi membangun ketegangan lewat suasana, simbol-simbol mistis, dan konflik emosional yang dekat dengan keseharian masyarakat. Pendekatan ini dinilai mampu membuat horor terasa lebih nyata dan membekas.

Dengan promosi masif lintas platform digital, kekuatan mitos lokal, serta jajaran pemain kuat, Alas Roban diprediksi menjadi film horor pembuka tahun 2026 paling ramai ditonton dan diperbincangkan publik. Bagi sebagian orang, film ini sekadar hiburan. Namun bagi yang percaya cerita lama, Alas Roban adalah peringatan: tidak semua jalan aman dilalui saat malam tiba.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.