Radarjakarta.id | JAKARTA – Ratusan massa Gerakan Keadilan Rakyat yang melakukan aksi demonstrasi di depan Kantor Bawaslu RI, Jakarta Pusat, mencoba menerobos barikade yang dipasang polisi, Senin (19/22024).
Aksi massa terlibat saling dorong dengan petugas di depan kantor Bawaslu, Jakarta Pusat (Jakpus). Polisi mengimbau massa demo untuk tenang.
Massa mencoba untuk melompati beton barrier yang terpasang di depan kantor Bawaslu. Mereka juga mencoba merusak kawat berduri yang terpasang.
Polisi kemudian meredam massa yang mencoba memaksa masuk ke kantor Bawaslu. Polisi menenangkan massa aksi dengan imbauan dari atas mobil di depan gerbang kantor Bawaslu.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Susatyo Purnomo Condro pun meminta massa untuk tenang.
“Saya minta tenang, cukup-cukup. Silahkan sampaikan aspirasi. Tolong saling menghormati,” kata Susatyo melalui pengeras suara.
“Menyampaikan aspirasi, bukan memaksakan aspirasi,” imbuh Susatyo.
Sebelumnya, Purnomo Condro, mengatakan bahwa hampir 2.000 personel polisi disiagakan untuk melakukan pengamanan pada demo tersebut.
“1.978 personel disiapkan untuk melayani dan mengamankan apabila ada aksi,” ujar Susatyo.
Aksi demonstrasi yang menuntut Bawaslu untuk bersikap soal Pemilu yang dinilai curang ini, masih berlangsung.
Koordinator Aksi Kelompok massa yang mengatasnamakan Gerakan Keadilan Rakyat, Ronal Mulia Sitorus, mengungkapkan hasil audiensi bersama perwakilan Bawaslu. Dia menyebut tuntutannya telah diterima oleh Bawaslu.
“Tuntutan kita, bersama Bu Dini, bersama Bung Chris Tjandra datang ke dalam, diterima oleh Bawaslu dan mereka menerima kita dan menerima apa yang menjadi aspirasi kita,” kata Ronal kepada wartawan di depan kantor Bawaslu, Senin (19/2/2024).
Setelah diterima massa membubarkan diri dari depan kantor Bawaslu. Mereka mengakhiri demonstrasinya di kantor Bawaslu. | Eka*











