JAKARTA, Radarjakarta.id – Bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera sudah memakan ratusan korban jiwa dan bikin infrastruktur porak poranda.
Bencana alam di Sumatera membutuhkan dukungan dari semua pihak, termasuk pemerintah, lembaga swadaya masyarakat (LSM), sektor swasta, organisasi kemasyarakatan, kelembagaaan/organisasi profesi dan masyarakat umum, untuk membantu upaya penanganan dan pemulihan.
Dukungan kolektif sangat penting untuk meringankan beban para korban dan mempercepat proses rehabilitasi wilayah yang terdampak.
Melalui program GAKESLAB Peduli Bencana, organisasi Gabungan Para pengusaha Alat Kesehatan dan Laboratorium ini menyalurkan bantuan lanjutan kepada korban bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Gakeslab Indonesia menyadari bahwa fase pemulihan sering kali menjadi periode terberat bagi korban bencana. Ketika sorotan publik mulai mereda dan bantuan darurat berkurang, masyarakat justru dihadapkan pada kebutuhan yang lebih kompleks. Mulai dari tempat tinggal sementara, pemenuhan kebutuhan dasar, hingga upaya memulihkan roda kehidupan sehari-hari.
Penyaluran bantuan dari program GAKESLAB Peduli Bencana tersebut diharapkan dapat membantu pemenuhan kebutuhan mendesak, memperlancar proses penanganan bencana, serta memberikan kekuatan bagi seluruh pihak yang tengah berupaya memulihkan kondisi usai kejadian bencana.
Dalam kesempatan tersebut, GAKSELAB Indonesia melalui GAKESLAB DK Jakarta pada 12 Desember 2025 melakukan bantuan secara taktis dan spontan pasca bencana dengan menurunkan relawan ke salah satu wilayah terdampak yaitu Aceh Tamiang yaitu memberikan makanan siap saji dan air kemasan pada para pengungsi.
Selanjutnya pada 17–21 Desember 2025, dengan koordinasi antara Andri Noviar selaku Ketua GAKESLAB DK Jakarta dan Wisnu Amri Ketua GAKESLAB Sumatera Utara menggelar kegiatan pengobatan dengan memeriksa kesehatan para pengungsi di lokasi pengungsian.
Dalam kegiatan pemeriksaan kesehatan para pengungsi GAKESLAB juga bekerja sama dengan PERBEBSI yang dalam hal ini diwakili oleh Dr Zaini Hamzah SpBs dan dr Moriko Sembayang SpBs. Pada kegiatan ini juga sekaligus memberikan obat obat-obatan yang dibutuhkan untuk menjaga kondisi kesehatan para pengungsi.











