JAKARTA, Radarjakarta.id – Aksi “getok tarif” parkir hingga Rp100.000 per kendaraan di kawasan Pasar Tanah Abang akhirnya berujung penindakan. Delapan pria yang diduga juru parkir liar diamankan aparat Polsek Metro Tanah Abang setelah video praktik pungutan liar (pungli) mereka viral dan memicu kemarahan publik.
Kapolsek Metro Tanah Abang, Dhimas Prasetyo, menegaskan pihaknya bergerak cepat merespons kegaduhan yang meluas di media sosial.
“Kami telah mengambil tindakan terkait video viral jukir meminta uang parkir sebesar Rp100.000. Total delapan orang kami amankan, satu di antaranya yang viral,” ujarnya, Selasa (17/2/2026).
Tarif Fantastis, Dalih Masih Didalami
Dari hasil pemeriksaan awal, para jukir mengakui mematok tarif parkir mobil hingga Rp100 ribu dan sepeda motor sekitar Rp60 ribu. Polisi masih mendalami apakah unsur pidana terpenuhi atau cukup dikenai pembinaan.
“Masih diambil keterangan dan didalami. Jika memenuhi unsur pidana, tentu akan kami proses,” tegas Dhimas.
Petugas juga melakukan tes urine untuk memastikan ada atau tidaknya indikasi penyalahgunaan narkoba. Dalam penindakan tersebut, tidak ditemukan senjata tajam. Para terperiksa diketahui merupakan warga sekitar Tanah Abang dan sementara diwajibkan lapor sambil menunggu hasil pendalaman.
Operasi Gabungan 80 Personel, Empat Titik Disisir
Camat Tanah Abang, Dwiarti Indriani Utami, mengungkapkan penertiban dilakukan di empat titik rawan: Blok F, Blok A, Mall Thamrin City, dan seberang Hotel Caravan. Sebanyak 80 personel gabungan dari kepolisian, kecamatan, dan Sudinhub dikerahkan untuk meredam praktik pungli dan menata kemacetan.
Selain menyasar jukir liar, petugas juga menindak pedagang yang meluber ke badan jalan serta kendaraan parkir sembarangan.
Wagub DKI: 2-3 Hari Harus Tertib!
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, memastikan penertiban tak akan berhenti pada razia sesaat. Ia optimistis kawasan belanja terbesar di Asia Tenggara itu akan kembali tertib dalam waktu singkat.
“Satpol PP, polisi, TNI sudah turun. Saya yakin dalam dua sampai tiga hari akan jauh lebih tertib. Tidak ada toleransi untuk parkir liar,” tegasnya.
Penertiban ini menjadi alarm keras bagi praktik premanisme berkedok juru parkir yang kerap muncul menjelang lonjakan belanja Ramadan dan Idulfitri.***











