Akhir Maret Prabowo ke Tokyo, Perkuat Poros Indo-Pasifik

banner 468x60

JAKARTA, Radarjakarta.id – Peta kekuatan Indo-Pasifik memanas. Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, dikabarkan tengah menyiapkan pertemuan puncak dengan Presiden RI Prabowo Subianto di Tokyo pada akhir Maret 2026. Langkah ini disebut-sebut sebagai manuver strategis Jepang untuk memperkuat poros Jakarta–Tokyo di tengah agresivitas pengaruh China di kawasan ASEAN.

Sumber pemerintahan Jepang menyebutkan, Prabowo berencana melakukan kunjungan selama dua hari mulai 30 Maret. Ini akan menjadi lawatan perdana Prabowo ke Negeri Sakura sejak resmi menjabat pada Oktober 2024 sebuah kunjungan yang dinilai sarat pesan geopolitik.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Rebut Pengaruh di Indo-Pasifik

Di tengah persaingan pengaruh kekuatan besar, Jepang ingin menegaskan kembali komitmennya terhadap visi Free and Open Indo-Pacific (FOIP) konsep strategis yang pertama kali diperkenalkan oleh mendiang Shinzo Abe pada 2016.

Takaichi bahkan dikabarkan akan memperbarui arah kebijakan FOIP sebagai pilar utama diplomasi Jepang. Indonesia, dengan posisi geografisnya yang menguasai jalur pelayaran vital dunia, dipandang sebagai kunci utama menjaga stabilitas kawasan.

“Kemitraan Jepang–Indonesia bukan sekadar simbolik, tetapi fondasi strategis menjaga Indo-Pasifik tetap bebas dan terbuka.”
Langkah ini juga dibaca sebagai respons atas manuver China yang semakin intens memperluas pengaruhnya di Asia Tenggara.

Kapal Patroli & Bantuan Pertahanan
Hubungan Tokyo–Jakarta tak berhenti di diplomasi. Indonesia tercatat sebagai penerima program bantuan keamanan resmi Jepang. Pada Januari 2025, Jepang menyepakati pengiriman kapal patroli cepat untuk memperkuat keamanan maritim Indonesia.

Kerja sama ini mempertegas sinergi kedua negara dalam menjaga jalur laut internasional yang krusial bagi perdagangan global.

Isu Global Ikut Dibahas

Tak hanya soal keamanan, kedua pemimpin juga diperkirakan membahas penguatan rantai pasok komoditas strategis, mulai dari energi hingga bahan baku industri penting.

Menariknya, dinamika global turut membayangi pertemuan ini. Menteri Luar Negeri RI Sugiono sebelumnya menyatakan Indonesia siap berperan sebagai mediator dalam eskalasi konflik Amerika Serikat–Israel dengan Iran, usai komunikasi dengan Menlu Iran Abbas Araghchi.

Langkah diplomasi aktif Indonesia itu dinilai memperkuat posisi tawar Jakarta dalam percaturan global dan membuat pertemuan Tokyo semakin sarat kepentingan strategis.***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.