Ahmad Husein Beli Motor Usai Berdamai dengan Bupati Pati

banner 468x60

PATI, Radarjakarta.id – Gelombang protes terkait rencana kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) hingga 250 persen di Kabupaten Pati mendadak mereda. Penyebabnya, koordinator utama aksi, Ahmad Husein Hafid, memutuskan mundur dari gerakan Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) dan berdamai dengan Bupati Pati, Sudewo.

Ahmad Husein menjadi sorotan publik setelah penampakannya membeli motor beredar di media sosial, tepat setelah pertemuannya dengan Bupati Sudewo melalui panggilan video pada 19 Agustus. Sebelumnya, Husein dikenal sebagai penggerak utama massa AMPB yang berencana menggelar aksi besar-besaran jilid II pada 25 Agustus 2025.

Dalam siaran langsung di akun TikTok @cybeer94, Husein menyatakan aksi tersebut resmi dibatalkan. “Aspirasi masyarakat sudah direspons pemerintah daerah. Kenaikan PBB yang menjadi fokus kami akhirnya dibatalkan,” ujarnya. Keputusan ini otomatis membubarkan massa yang sudah berkumpul dan menghentikan wacana pemakzulan Bupati Sudewo yang sempat digaungkan.

Selain alasan substansial, Husein juga menyinggung faktor personal. Ia mengaku merasa dikhianati oleh rekan-rekannya dalam perjuangan, meski tidak merinci detailnya. Hal ini memicu spekulasi adanya perpecahan internal di tubuh AMPB yang melemahkan soliditas massa.

Drama politik ini mencapai puncaknya ketika beredar foto Husein bersama Bupati Sudewo, keduanya tersenyum lebar dan mengacungkan jempol. Momen tersebut dianggap sebagai isyarat perdamaian dan mematahkan anggapan bahwa hubungan mereka penuh ketegangan. Husein menegaskan gerakannya bukan terkait politik atau kepentingan tertentu dan membantah menerima imbalan setelah berdamai.

Ahmad Husein sebelumnya dikenal sebagai pendukung loyal Bupati Sudewo saat Pilkada, namun belakangan menjadi penggerak aksi penolakan kenaikan PBB hingga menyerukan pemakzulan. Kontradiksi ini membuat langkahnya berdamai kini menjadi sorotan publik, menimbulkan pertanyaan apakah keputusan itu demi rakyat atau strategi politik pribadi.

“Pertimbangannya, semakin saya lihat, orang-orang itu semakin melenceng jauh. Kayak ditunggangi politik, padahal saya dari awal riil dari masyarakat,” kata Husein. Ia menegaskan tidak menerima uang atau sogokan dari Bupati Sudewo. Ke depan, Husein akan fokus mengurus legalitas AMPB sebagai organisasi, namun sudah tidak terlibat dalam gerakan yang masih berjalan.

Dengan mundurnya Ahmad Husein, arah perlawanan masyarakat terhadap kebijakan kontroversial di Pati berubah drastis. Dari yang semula panas, kini suasana politik lokal berangsur tenang setelah penggerak utama aksi memilih berdamai.***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.