JAKARTA, Radarjakarta.id — Film komedi Agak Laen: Menyala Pantiku! resmi mencetak sejarah baru dalam industri perfilman Indonesia. Pada hari pertama penayangan, Kamis (27/11), film produksi Imajinari itu berhasil menarik perhatian publik dengan capaian luar biasa sebanyak 272.846 penonton dalam satu hari tayang. Angka tersebut menjadikannya sebagai film Indonesia dengan jumlah penonton hari pertama terbanyak di tahun 2025.
Ledakan jumlah penonton itu diraih setelah film diputar pada 3.597 kali pemutaran di 857 layar bioskop di seluruh Indonesia. Tingginya antusiasme publik membuat jumlah layar untuk film tersebut langsung ditambah lebih dari 1.200 layar pada hari kedua. Beberapa bioskop bahkan menambah jadwal tayang hingga larut malam karena tiket ludes dalam hitungan jam.
Capaian ini sekaligus menggeser rekor sebelumnya yang dipegang film horor Jalan Pulang dengan 211.639 penonton. Angka pembukaan ini juga jauh melampaui raihan film Agak Laen pertama yang dirilis pada 2024 dan hanya meraih 181.689 penonton di hari pertama, sebelum akhirnya menutup penayangan dengan lebih dari 9 juta penonton dan masuk daftar film terlaris Indonesia.
Produser film, Dipa Andika, menyampaikan ucapan terima kasih kepada penonton melalui unggahan media sosial. Dalam pesannya, ia menyebut penonton hari pertama sebagai “tamu Wisma Kasih,” merujuk pada latar utama cerita dalam film tersebut. Ia juga mengajak publik untuk tetap berdoa bagi wilayah Sumatera Utara yang tengah terdampak bencana.
Sutradara sekaligus penulis naskah, Muhadkly Acho, mengaku capaian tersebut merupakan sebuah kejutan dan bentuk kepercayaan penonton. Ia berharap tren positif ini terus berlanjut dan semakin banyak penonton yang menikmati film tersebut di bioskop. Film ini dibintangi empat komika populer Indra Jegel, Boris Bokir, Bene Dion, dan Oki Rengga yang sebelumnya dikenal melalui podcast Agak Laen.
Agak Laen: Menyala Pantiku! mengisahkan empat detektif amatir yang mendapat tugas terakhir untuk menyelidiki kasus pembunuhan anak wali kota. Dalam proses penyelidikan itu, mereka harus menyamar di sebuah panti jompo dan serangkaian kejadian absurd, komedi satire, dan situasi penuh ketegangan pun muncul sepanjang cerita.
Meskipun belum melampaui rekor opening day sepanjang masa yang masih dipegang Dilan 1991 dengan 800.255 penonton, banyak pengamat memprediksi film ini berpeluang menembus satu juta penonton dalam pekan pertama pemutarannya. Dengan tren yang terus meningkat, Agak Laen: Menyala Pantiku! diperkirakan akan kembali mencetak sejarah baru dalam perfilman Indonesia.***











