Tamara Geraldine, Anggota Tim Khusus 8 XVG dan juga Caleg DPRI Dapil Sumatera Utara ini, mengemukakan pengalamannya menulis buku tentang Penyanyi “Yuni Shara – 35 Cangkir Kopi” (2007) dan buku “Kamu Sadar Saya Punya Alasan untuk Selingkuh Kan Sayang?” (2003)
Esha Tegar Putra adalah Magister Satra dari Universitas Indonesia. Ia bekerja di Komisi Arsip dan Koleksi Dewan Kesenian Jakarta, dengan sejumlah karya puisi dan naskah drama, serta menjadi kurator untuk pameran arsip.

Deasy Tirayoh, penulis produktif asal Kendari, Sulawesi Tenggara ini, telah melahirkan sejumlah karya cerpen, puisi, cerita anak dan skenario film. Ia juga menulis antologi tungga ‘Kerang Memanggil Angin, ‘Mari Menjaga Laut’, ‘Titimangsa’, ‘Tanda Seru Ditubuh’, serta buku anak; ‘Hikayat Gunung Mekonggo’, ‘Mari Menjaga Laut’, ‘Benteng Terluas DIdunia’ dan ‘Kagahti Kolope’.
Kurnia Effendi adalah sastrawan yang karyanya pernah dimuat di berbagai majalah, seperti Gadis, Aktuil, Anita Cemerlang dan Sinar Harapan. Selain Puisi dan Prosa, ia juga menulis cerpen seperti; ‘Senapan Cinta’, ‘Bercinta Di Bawah Bulan’, ‘Aura Negeri Tercinta’, ‘Kincir Api’ dan segudang karya lainnya.
Dhianita Kusuma Pertiwi adalah Tenaga Ahli Staf Khusus Menteri Bidang Komunikasi dan Media di Kemendikbud. Ia penulis yang fokus pada isu Perempuan dan Marxisme. KArya sastranya antara lain; naskah drama ‘Pasar Malam untuk Brojo’ (2016), ‘Buku Harian Keluarga Kiri’ (2019) dan ‘Menanam Gamang’ (2020) dan kajian lakon wayang ‘Sesaji Raja Suya’; Kuasa dan Rasa’ (2020).
Qaris Tajudin adalah Direktur Tempo Institute. Ia menerbitkan novel; ‘Mahasati’, ‘Mahameru’ dan Buku ;Mengarungi Samudera Al Fatihah’. Ia juga menjadi wartawan Majalah Tempo untuk mengisi rubrik internasional. Pengalaman terbaiknya saat meliput perang di Afganistan.
Diskusi yang pertama di XVG dan sangat produktif itu, diselingi dengan makan masakan lezat Bakso, sembari mendengarkan kemerduan Suara Sandy Canester, Andre Hehanussa dan Ranna Phasupaty, juga dihadiri oleh sejumlah nama, antara lain; Ketua Humas XVG Buddy ACe, Muhammad Assad (Penulis Buku ’Notes From Qatar’), Pratiwi Juliani (Penulis), Roberto Pieter (Ketum Imarindo), juga Penyanyi Rock Bangkit Sanjaya, Promoter Harry Santoso, Penyanyi Eno Lestari, Berto Pah, Pengusaha Muda Ijen Vin, Gangsar (Aktifis), dan tentu saja tamu dari kalangan Gen Millennial dan Gen Z.
Acara yang diawali dengan menyanyikan lagu ‘Indonesia Raya’ tersebut, dimulai sejak pukul 15.37 WIB dan baru berakhir pada pukul 17.45 WIB itu, mendapat support dari Sound System BareTone. Selain diskusi, dibagian lobby Rumah Kita XVG itu dipamerkan buku-buku karya para nara sumber serta merchandise XVG berupa T Shirt, Topi dan Sepatu ‘Gerak Cepat”.
“InSyaa Allah kegiatan yang berkaitan dengan hubungan silaturahmi antar pekerja kreatif dalam ekosistem ekonomi kreatif serta kerjasama antara organ relawan, akan terus diselenggarakan di Rumah Kita Extravaganjar,” simpul Buddy ACe, salah satu Anggota Tim Khusus 8 XVG. | Eka*










