JAKARTA, RadarJakarta.id – Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PKS Adang Daradjatun menyerap aspirasi warga RW 05 Kelurahan Kelapa Dua, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Minggu (1/3/2026). Kegiatan yang digelar di bulan suci Ramadan ini dihadiri unsur pemerintah daerah, aparat keamanan, serta tokoh masyarakat setempat.
Dalam kegiatan tersebut hadir Camat Kebon Jeruk Agus Mulyadi, Sekcam Iswandi, Babinsa Kelapa Dua Sertu Aris, Kanit Intel Polsek Kebon Jeruk Iptu Widodo, Ketua DPD PKS Jakarta Barat Ustaz Narmansyah, Ketua GANN Jakarta Barat Eddi Inhari, SH, serta jajaran RT dan RW.
Adang menegaskan pentingnya kehadiran wakil rakyat di tengah masyarakat. Menurutnya, anggota DPR RI memiliki kewajiban menyerap aspirasi langsung dari warga, terutama terkait persoalan hukum dan keamanan.
“Anggota DPR itu wakil rakyat, jadi harus hadir di tengah masyarakat. Tugas kami memastikan hukum berjalan adil dan berpihak pada rakyat,” kata Adang.
Ia juga menyoroti pembaruan sistem hukum melalui KUHP dan KUHAP yang kini lebih menjunjung hak asasi manusia. Adang menegaskan bahwa setiap warga yang berhadapan dengan proses hukum berhak mendapatkan pendampingan advokat atau keluarga saat pemeriksaan.
“Proses hukum tidak boleh sewenang-wenang. Ini bagian dari kemajuan hukum kita,” tegasnya.
Selain itu, Adang menjelaskan penerapan restorative justice yang kini menjadi kebijakan penegakan hukum. Menurutnya, persoalan-persoalan ringan di masyarakat sebaiknya diselesaikan di tingkat RT dan RW agar tidak langsung berujung pidana.
Sementara itu, Kanit Intel Polsek Kebon Jeruk Iptu Widodo mengingatkan warga untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama bulan Ramadan. Ia menyoroti potensi tawuran, penyalahgunaan narkoba, serta risiko kebakaran dan pencurian saat mudik.
“Jaga anak-anak agar tidak terlibat tawuran atau narkoba. Saat mudik, pastikan rumah dalam kondisi aman,” ujarnya.
Camat Kebon Jeruk Agus Mulyadi juga mengimbau warga, khususnya para orang tua, untuk aktif mengawasi pergaulan anak dan mengarahkan mereka ke kegiatan positif. Ia mengingatkan bahwa keterlibatan dalam tindak kriminal dapat berdampak pada bantuan sosial yang diterima keluarga.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua GANN Jakarta Barat Eddi Inhari, SH, memaparkan bahaya narkoba yang dinilai merusak fisik, mental, sosial, dan ekonomi keluarga. Ia mengajak warga meningkatkan komunikasi dalam keluarga serta menjadi teladan bagi anak-anak.
Kegiatan serap aspirasi tersebut ditutup dengan doa bersama dan foto bersama. Warga berharap kegiatan dialog langsung antara wakil rakyat dan masyarakat dapat terus dilakukan secara rutin.











