Absen Dua Kali, Nadiem Makarim hadiri sidang Korupsi Rp809 Miliar

banner 468x60

JAKARTA, Radarjakarta.id – Pagi di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat mendadak berubah menjadi panggung solidaritas. Puluhan pengemudi ojek online Gojek, mengenakan jaket hijau khas mereka, mengepung kawasan PN Jakpus saat mantan Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim melangkah menuju sidang perdana kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook, Senin (5/1/2026).

Satu mobil komando diparkir tepat di depan pengadilan. Dari sana, suara orasi menggema, menyebut satu nama berulang kali: Nadiem Makarim. Poster-poster dukungan diangkat tinggi, salah satunya berbunyi tajam, “Ojol ada karena Nadiem! Pejuang aspal bersama Nadiem.” Tagar #KawalKawanPejuangAspal dan #SolidaritasOrangJalanan dikumandangkan tanpa jeda, seolah menjadi perlawanan simbolik atas dakwaan yang kini menjerat tokoh pendiri Gojek itu.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Bukan hanya suara manusia yang berbicara. Sepanjang pagar PN Jakpus, karangan bunga berjajar rapat, menyampaikan pesan moral yang puitis sekaligus politis.

“Nadiem Makarim tidak gelap, ia membawa terang,” tulis salah satu papan bunga. Pesan lain menyentuh nurani: “Jika membawa cahaya adalah dosa, maka Nadiem hanya menyalakan lilin di tengah kabut.” Ada pula seruan lugas: “Doa kami untuk proses yang transparan dan adil.”

Dalam salah satu orasi, seorang pengemudi ojol meminta majelis hakim membebaskan Nadiem bila tak ada bukti kuat. Ia menekankan bahwa perkara ini tak hanya menghantam satu nama, tetapi juga melukai keluarga istri dan anak yang ikut menanggung tekanan sosial dari sorotan publik.

Di tengah kerumunan, Franka Franklin, istri Nadiem, terlihat hadir lebih dulu memasuki area pengadilan. Kehadirannya menjadi simbol keteguhan keluarga di saat badai hukum menerpa. Tak lama berselang, kuasa hukum Nadiem, Ari Yusuf Amir, memastikan kliennya tetap akan hadir meski kondisi kesehatannya belum pulih sepenuhnya.

“Nadiem masih dalam perawatan. Tapi beliau ingin sidang ini segera berjalan dan membuktikan kepada masyarakat bahwa dirinya bukan koruptor,” ujar Ari, Minggu malam (4/1).

Sekitar pukul 10.20 WIB, Nadiem akhirnya tiba. Ruang sidang Hatta Ali dipenuhi kerabat, keluarga, dan sejumlah tokoh publik. Terlihat aktris senior Jajang C. Noer dan Christine Hakim, sutradara Riri Riza dan Mira Lesmana, hingga DJ Donny. Dari pihak keluarga, kedua orang tua Nadiem Atika Algadri dan Nono Anwar Makarim duduk di barisan depan, bersama Franka Franklin.

Momen paling emosional terjadi sebelum sidang dimulai. Nadiem menghampiri ibunya, memeluk dan mencium Atika Algadri dengan hangat. Ia lalu menyalami sang ayah. Adegan singkat itu menjadi potret manusiawi di tengah pusaran kasus hukum bernilai ratusan miliar rupiah.

Sidang resmi dibuka pukul 10.42 WIB. Saat ditanya Ketua Majelis Hakim Purwanto S Abdullah mengenai kondisi kesehatannya, Nadiem menjawab singkat: sehat, meski masih menjalani perawatan. Ini menjadi kehadiran pertamanya setelah dua kali absen pada Desember 2025 karena sakit.

Dalam dakwaan jaksa, Nadiem disebut terkait dugaan penerimaan dana hingga Rp809,59 miliar dalam Program Digitalisasi Pendidikan Kemendikbudristek periode 2019–2022, yang meliputi pengadaan laptop Chromebook dan layanan Chrome Device Management. Program yang dulu digadang-gadang sebagai lompatan besar transformasi pendidikan nasional itu kini berbalik menjadi perkara hukum yang mengundang perdebatan publik.

Kasus ini bukan sekadar soal angka dan regulasi. Ia telah menjelma menjadi pertarungan opini: antara dakwaan negara dan pembelaan moral dari mereka yang merasa hidupnya pernah disentuh kebijakan Nadiem.

Di luar ruang sidang, jaket hijau ojol terus bergerak, menandai bahwa proses hukum ini akan terus dikawal bukan hanya oleh aparat, tetapi juga oleh jalanan.|Bamby*

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.