Abigail Limuria Gegerkan Publik: DPR Jadi Sorotan Dunia

banner 468x60

JAKARTA, Radarjakarta.id – Nama Abigail Limuria mendadak meroket dan jadi bahan perbincangan panas di jagat maya. Aktivis muda ini mencuri perhatian publik setelah tampil sebagai narasumber di kanal berita internasional Al Jazeera English, membahas demonstrasi besar-besaran yang menolak tunjangan anggota DPR serta isu ekonomi yang memicu kericuhan berdarah di Indonesia.

Momen itu sontak viral ketika Abigail membagikan potongan wawancaranya melalui akun Instagram pribadinya. Dalam unggahannya, ia menyampaikan rasa terima kasih kepada Al Jazeera karena telah memberi ruang bagi suara rakyat Indonesia di panggung global.

Lebih mengejutkan lagi, Abigail secara terbuka menyinggung soal kematian tragis pengemudi ojek online, Affan Kurniawan, yang tewas saat aksi berlangsung. Dengan lantang, ia menegaskan bahwa dunia internasional perlu mengetahui kenyataan pahit yang terjadi di Indonesia.

“Kita butuh tekanan internasional. Dunia perlu melihat hal ini apa adanya,” tulis Abigail dalam caption unggahannya, 29 Agustus 2025.

Pernyataannya langsung menyulut gelombang reaksi warganet. Ada yang mengapresiasi keberaniannya, ada pula yang menilai langkahnya berisiko besar di tengah situasi politik yang memanas.

Siapa Abigail Limuria?

Publik kemudian bertanya-tanya, siapa sebenarnya sosok Abigail Limuria yang berani menantang arus?

Abigail (lahir 10 November 1994) dikenal sebagai pegiat sosial-politik sekaligus penulis. Ia adalah pendiri beberapa platform populer seperti What Is Up Indonesia (WIUI), Bijak Memilih, dan Malaka Project—media alternatif yang menyajikan isu-isu politik agar mudah dipahami generasi muda.

Namanya makin dikenal luas setelah ikut merumuskan gerakan 17+8, sebuah inisiatif tuntutan publik terhadap pemerintah bersama tokoh-tokoh muda lainnya.

Abigail juga menulis dua buku kontroversial yang banyak diperbincangkan:

LALITA: 51 Cerita Perempuan Hebat di Indonesia – menyoroti figur perempuan seperti Sri Mulyani, Retno Marsudi, dan Susi Pudjiastuti.

Makanya, Mikir!: Panduan Berpikir untuk Hidup Lebih Bahagia – sebuah buku reflektif tentang kesadaran berpikir kritis.

Karier dan Pendidikan

Lulusan Biola University, Amerika Serikat, jurusan Media and Cinema Arts ini pernah mendirikan PT Lalita Project Indonesia (2017–2021). Ia aktif menggarap proyek literasi, film, hingga advokasi sosial.

Tak heran, keahliannya di bidang komunikasi membuatnya lihai mengemas isu-isu krusial Indonesia agar terdengar lantang di telinga publik internasional.

Abigail Jadi Simbol Perlawanan?

Kini, nama Abigail Limuria terus trending di media sosial. Banyak pihak menyebutnya sebagai “wajah baru perlawanan rakyat”, sementara sebagian lainnya mengingatkan agar ia berhati-hati menghadapi konsekuensi dari suaranya yang menggema hingga luar negeri.

Satu hal yang jelas: kemunculannya di Al Jazeera telah mengubah narasi. Isu tunjangan DPR, kematian rakyat kecil di tengah demonstrasi, dan keresahan publik kini bukan lagi sekadar konsumsi dalam negeri—melainkan telah menjadi sorotan dunia.***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.