KP2MI Bersama Komisi IX DPR Edukasi Migrasi Aman Lewat Program SMK Go Global

banner 468x60

DEPOK | RadarJakarta.id – Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) bersama Anggota Komisi IX DPR RI daerah pemilihan Depok–Bekasi, Ir. Nuroji, menggelar kegiatan edukasi pelindungan pekerja migran dan migrasi aman di kawasan Pancoran Mas, Depok.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya generasi muda, mengenai peluang kerja di luar negeri melalui jalur resmi dan sesuai prosedur. Edukasi tersebut sekaligus mendukung pelaksanaan Program SMK Go Global yang diarahkan untuk mempersiapkan lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) agar mampu bersaing di pasar kerja internasional.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Anggota Komisi IX DPR RI, Nuroji, menyampaikan bahwa Program SMK Go Global merupakan salah satu upaya menyiapkan sumber daya manusia Indonesia yang kompeten, terampil, dan berdaya saing. Program yang menjadi bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto ini diharapkan dapat membuka akses kerja yang lebih luas bagi lulusan SMK, dengan tetap mengutamakan legalitas, pelindungan, dan kesejahteraan pekerja migran Indonesia.

“Persiapan tersebut dilakukan melalui peningkatan kompetensi, sertifikasi keahlian, dan penguasaan bahasa asing sesuai dengan kebutuhan negara tujuan,” ujarnya.

Menurut Nuroji, pemetaan peluang kerja dan kebutuhan tenaga kerja di negara penempatan juga perlu diperkuat. Dengan demikian, pelatihan yang diberikan dapat disesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja internasional. Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan pemangku kepentingan lainnya dinilai penting untuk meningkatkan kesiapan calon pekerja migran sekaligus mencegah penempatan secara nonprosedural.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur tawaran pekerjaan bergaji tinggi melalui jalur ilegal. Tawaran yang tidak jelas dapat menimbulkan risiko, mulai dari penipuan lowongan kerja hingga tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

Sementara itu, Pranata Humas Ahli Madya KP2MI, Dina Luftia, mengatakan Program SMK Go Global diharapkan dapat memperluas kesempatan kerja bagi siswa dan alumni SMK. Ia menegaskan bahwa calon pekerja migran Indonesia harus mengikuti mekanisme penempatan resmi sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kami berharap kegiatan edukasi ini dapat memberikan gambaran kepada peserta mengenai peluang kerja di luar negeri sekaligus mendorong mereka yang berminat menjadi pekerja migran Indonesia untuk menempuh jalur penempatan resmi,” kata Dina.

Dina juga mengimbau calon pekerja migran agar memeriksa legalitas perusahaan penempatan, memahami persyaratan pekerjaan, serta memastikan seluruh tahapan keberangkatan sesuai prosedur. Persyaratan usia dan ketentuan lainnya harus dipenuhi berdasarkan jenis pekerjaan serta program penempatan yang diikuti.

Selain kelengkapan administrasi, kesiapan mental dan fisik, kemampuan berbahasa asing, kompetensi kerja, serta pemahaman terhadap aturan dan budaya negara tujuan juga menjadi faktor penting sebelum bekerja di luar negeri.

Melalui edukasi ini, KP2MI bersama Komisi IX DPR RI berharap generasi muda semakin memahami pentingnya migrasi aman dan mampu memanfaatkan peluang kerja internasional secara bertanggung jawab. Program SMK Go Global diharapkan menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja Indonesia sekaligus mencegah praktik penempatan ilegal yang dapat merugikan calon pekerja migran.|Aji*

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.