SURABAYA, RadarJakarta.id – Polda Jawa Timur menyambut Kapolda Jatim yang baru, Irjen Pol Dekananto Eko Purwono, dalam prosesi tradisi kepolisian di Markas Polda Jawa Timur, Jalan Ahmad Yani No. 116, Gayungan, Surabaya, Minggu (11/10/2026). Penyambutan ditandai dengan pengalungan bunga kepada Dekananto dan istrinya, Ny. Lenia Dekananto, dilanjutkan jajaran kehormatan serta tradisi pedang pora.
Nuansa budaya Jawa Timur turut mewarnai acara melalui pertunjukan seni jaranan dan Reog Ponorogo. Kegiatan tersebut dihadiri para pejabat utama Polda Jatim, kapolres jajaran, personel Polri, serta aparatur sipil negara (ASN). Momen haru terlihat ketika Dekananto mendampingi kedua orang tuanya, mendorong kursi roda sang ibu, kemudian bersimpuh untuk sungkem sebagai bentuk penghormatan dan bakti kepada orang tua.
Usai prosesi penyambutan, Dekananto menyampaikan rasa syukur atas amanah yang dipercayakan kepadanya untuk memimpin Polda Jawa Timur. Ia menegaskan komitmennya melanjutkan program positif yang telah dibangun oleh Kapolda Jatim sebelumnya, Irjen Pol Nanang Avianto, demi meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian kepada masyarakat.
Dekananto juga bertekad mendorong Polda Jatim menjadi institusi yang semakin humanis, terbuka, dan dekat dengan masyarakat. Ia mempersilakan warga menyampaikan kritik maupun masukan apabila terdapat tindakan anggota yang dinilai kurang tepat. Menurutnya, setiap masukan akan menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki kinerja dan pelayanan kepolisian.
Selain pembenahan pelayanan publik, pemberantasan narkoba dan penyalahgunaan obat-obatan menjadi perhatian utama Kapolda Jatim. Secara khusus, ia menyoroti peredaran obat keras daftar G yang berpotensi disalahgunakan dan berdampak buruk terhadap generasi muda. Dekananto menegaskan perlunya upaya serius untuk menekan peredaran obat-obatan tersebut karena penyalahgunaannya dapat berkaitan dengan kenakalan remaja, tawuran, serta gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Dekananto mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersinergi menjaga keamanan dan ketertiban di Jawa Timur. Ia berharap dukungan warga dapat memperkuat upaya kepolisian dalam mencegah kejahatan, memberantas penyalahgunaan obat-obatan, serta menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.
“Saya dan keluarga mohon diterima oleh seluruh warga Jawa Timur. Insyaallah, dari lubuk hati yang paling dalam, saya akan berusaha menjalankan amanah dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Jawa Timur,” ujar Dekananto. Ia menegaskan, keterbukaan terhadap kritik dan kerja sama dengan masyarakat menjadi bagian penting dalam mewujudkan pelayanan kepolisian yang lebih baik.***











