LAMPUNG, Radarjakarta.id – Menjaga kebersihan pantai bukan sekadar memungut sampah, melainkan bentuk kepedulian nyata terhadap kelestarian lingkungan laut dan masa depan generasi mendatang.
Semangat gotong royong inilah yang ditunjukkan Pengurus Daerah (Pengda) Srikandi TP Sriwijaya Provinsi Lampung melalui aksi bersih-bersih pantai bersama Jalasenastri dan masyarakat di kawasan pesisir Teluk Betung, Lampung.
Kegiatan yang dilaksanakan pada 7 September 2026 tersebut menjadi wujud kolaborasi lintas sektor untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan kawasan pesisir.
Melalui aksi nyata ini, Ketua Pengda Srikandi TP Sriwijaya Provinsi Lampung, Ce’na, S.H., M.M., mendorong keterlibatan perempuan dan masyarakat dalam merawat lingkungan sekaligus memperkuat kepedulian sosial.
Menurut Ce’na, pelestarian lingkungan membutuhkan komitmen bersama yang diwujudkan melalui tindakan sederhana, tetapi dilakukan secara konsisten. Pantai yang bersih tidak hanya memberikan kenyamanan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menjaga ekosistem laut dan mendukung keberlanjutan lingkungan.
Dalam keterangan tertulisnya pada Jumat (9/10/2026), Ce’na menegaskan bahwa keterlibatan organisasi perempuan dalam kegiatan lingkungan merupakan salah satu bentuk kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Melalui kegiatan bersih-bersih pantai, Srikandi TP Sriwijaya Lampung turut mengambil bagian dalam membangun kepedulian terhadap kawasan pesisir sekaligus mempererat hubungan dengan berbagai elemen masyarakat,” demikian keterangan yang disampaikan dalam siaran tertulis tersebut.
Dalam kegiatan tersebut, Pengda Srikandi TP Sriwijaya Provinsi Lampung berkolaborasi dengan Ketua Jalasenastri Cabang 3 Daerah Kodaeral III Lanal Lampung, Ibu Esni Irianto, yang merupakan istri Komandan Lanal Lampung, Kolonel Laut (P) Irianto Kurniawan.
Kolaborasi kedua organisasi perempuan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi dalam kegiatan sosial dan pelestarian lingkungan. Dengan melibatkan masyarakat, aksi bersih-bersih pantai juga membuka ruang partisipasi yang lebih luas untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap kebersihan lingkungan.
Bagi Ce’na, kegiatan semacam ini memiliki arti penting karena kepedulian terhadap alam tidak cukup hanya disampaikan melalui imbauan. Kesadaran lingkungan perlu dibangun melalui keteladanan, keterlibatan langsung, dan kebiasaan menjaga kebersihan dalam kehidupan sehari-hari.
Kebersamaan antara Srikandi TP Sriwijaya, Jalasenastri, dan masyarakat juga memperlihatkan bahwa organisasi perempuan dapat menjadi penggerak kegiatan positif yang menyentuh kebutuhan lingkungan dan kehidupan sosial.
Kawasan pesisir mempunyai peran penting bagi kehidupan masyarakat. Selain menjadi ruang aktivitas warga, pantai merupakan bagian dari ekosistem yang mendukung keberlangsungan berbagai biota laut.
Namun, persoalan sampah masih menjadi tantangan yang memerlukan perhatian berkelanjutan. Sampah yang tidak dikelola dengan baik berpotensi mencemari perairan, mengganggu kehidupan biota laut, merusak keindahan pantai, serta mengurangi kenyamanan masyarakat yang beraktivitas di kawasan pesisir.
Karena itu, kegiatan bersih-bersih pantai tidak seharusnya dipandang sebagai agenda seremonial semata. Aksi tersebut dapat menjadi sarana edukasi untuk membangun kebiasaan membuang sampah pada tempatnya, mengurangi penggunaan barang sekali pakai, serta meningkatkan kepedulian terhadap pengelolaan sampah.
Melalui keterlibatan langsung, masyarakat diharapkan semakin memahami bahwa kebersihan pantai merupakan tanggung jawab bersama. Upaya menjaga lingkungan akan memberikan manfaat lebih besar apabila dilanjutkan dengan perilaku sehari-hari yang mendukung kebersihan dan kelestarian alam.
Di bawah kepemimpinan Ce’na, Pengda Srikandi TP Sriwijaya Provinsi Lampung terus mengambil bagian dalam kegiatan sosial yang mendorong pemberdayaan perempuan dan kepedulian masyarakat.
Perempuan memiliki posisi strategis dalam membangun budaya hidup bersih, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat. Kebiasaan memilah sampah, mengurangi penggunaan plastik, menjaga kebersihan lingkungan, dan mengedukasi anggota keluarga dapat menjadi langkah sederhana yang memberikan dampak positif apabila dilakukan secara konsisten.
Peran tersebut dapat diperluas melalui kegiatan bersama yang melibatkan organisasi perempuan, komunitas lokal, pemerintah, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Bagi Srikandi TP Sriwijaya Lampung, aksi bersih-bersih pantai menjadi salah satu bentuk partisipasi untuk mendorong perempuan agar semakin aktif dalam kegiatan sosial dan lingkungan. Keterlibatan tersebut sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dalam menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat.
Kegiatan ini juga menunjukkan bahwa pemberdayaan perempuan tidak hanya berkaitan dengan peningkatan kapasitas individu, tetapi turut mencakup kemampuan untuk berpartisipasi, membangun kepedulian, dan menggerakkan perubahan positif di lingkungan sekitar.
Pengda Srikandi TP Sriwijaya Provinsi Lampung memandang kolaborasi sebagai salah satu pendekatan penting dalam memperluas manfaat kegiatan sosial. Kerja sama dengan masyarakat, pemerintah, serta sektor swasta dapat membuka peluang dukungan sumber daya dan pelaksanaan program lingkungan secara berkelanjutan.
Dukungan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR), misalnya, dapat diarahkan untuk mendukung edukasi pengelolaan sampah, penyediaan sarana kebersihan, serta kegiatan pemberdayaan masyarakat pesisir sesuai kebutuhan dan kemampuan masing-masing pihak.
Meski demikian, keberhasilan menjaga kebersihan pantai tetap bergantung pada partisipasi masyarakat dan konsistensi semua pihak. Aksi gotong royong perlu diikuti dengan kebiasaan menjaga lingkungan agar dampaknya tidak berhenti setelah kegiatan selesai.
Sinergi organisasi perempuan dengan Jalasenastri dan berbagai unsur masyarakat diharapkan dapat memperkuat pesan bahwa pelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Setiap orang dapat berkontribusi melalui tindakan sederhana, mulai dari tidak membuang sampah sembarangan hingga mengajak orang lain menjaga kebersihan lingkungan.
Bagi Pengda Srikandi TP Sriwijaya Provinsi Lampung, kegiatan bersih-bersih pantai di Teluk Betung merupakan bagian dari kontribusi organisasi dalam kehidupan sosial masyarakat. Melalui kepemimpinan Ce’na, semangat gotong royong dan kolaborasi diharapkan terus menjadi landasan dalam melaksanakan kegiatan yang bermanfaat bagi lingkungan.
Aksi yang dilaksanakan pada 7 September 2026 tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa menjaga pantai membutuhkan kepedulian yang diwujudkan secara nyata. Lingkungan pesisir yang bersih dan sehat tidak dapat terwujud hanya melalui satu kegiatan, tetapi memerlukan kebiasaan baik, edukasi berkelanjutan, serta dukungan dari berbagai pihak.
Dengan memperkuat kolaborasi bersama Jalasenastri, masyarakat, pemerintah, dan sektor swasta, Pengda Srikandi TP Sriwijaya Provinsi Lampung diharapkan dapat terus berkontribusi dalam membangun kesadaran lingkungan dan memperluas partisipasi perempuan dalam kegiatan sosial.
Semangat kebersamaan tersebut menjadi modal penting untuk mewujudkan kawasan pesisir Teluk Betung yang lebih bersih, sehat, dan lestari, sekaligus menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga alam merupakan tanggung jawab bersama demi generasi sekarang dan masa depan.
| Guffe*











