Ce’na Perkuat Pelestarian Budaya Nusantara, Srikandi TP Sriwijaya Lampung Silaturahmi dengan Sultan Palembang Darussalam

Ce’na Perkuat Pelestarian Budaya Nusantara, Srikandi TP Sriwijaya Lampung Silaturahmi dengan Sultan Palembang Darussalam
Ketua Pengda Srikandi TP Sriwijaya Provinsi Lampung, Ce’na, S.H., M.M., bersama sejumlah anggota bersilaturahmi dengan Sultan Palembang Darussalam, Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Jayo Wikramo, R.M. Fauwaz Diradja, S.H., M.Kn., di Palembang.
banner 468x60

PALEMBANG, Radarjakarta.id – Menjaga warisan sejarah dan budaya bukan sekadar mengenang kejayaan masa lalu, melainkan juga merawat identitas bangsa dan mewariskan nilai-nilai luhur kepada generasi penerus.

Di tengah perkembangan zaman yang semakin modern, silaturahmi dengan tokoh adat dan sejarah menjadi salah satu langkah penting untuk memperkuat kecintaan masyarakat terhadap akar budaya Nusantara.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Semangat tersebut ditunjukkan Ketua Pengurus Daerah (Pengda) Srikandi TP Sriwijaya Provinsi Lampung, Ce’na, S.H., M.M., bersama sejumlah anggota melalui kunjungan silaturahmi ke Palembang pada 18 September 2026 silam.

Dalam kesempatan tersebut, rombongan bersilaturahmi dengan Sultan Palembang Darussalam, Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Jayo Wikramo, R.M. Fauwaz Diradja, S.H., M.Kn.

Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya mempererat persaudaraan sekaligus memperluas wawasan mengenai sejarah, adat istiadat, dan kebudayaan Sumatera Selatan, khususnya warisan Kesultanan Palembang Darussalam yang menjadi bagian penting dari perjalanan sejarah bangsa Indonesia.

Dalam keterangan tertulis yang disampaikan pada Jumat (9/10/2026), Ce’na menegaskan bahwa silaturahmi dengan tokoh sejarah dan adat merupakan salah satu cara untuk membangun kedekatan antardaerah sekaligus menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga warisan budaya.

“Silaturahmi dengan Sultan Palembang Darussalam menjadi salah satu bentuk pendekatan untuk memperluas wawasan mengenai perjalanan sejarah Palembang dan nilai-nilai budaya yang berkembang di tengah masyarakat,” ungkap Ce’na.

Menurut Ce’na, pelestarian sejarah dan budaya membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Tidak hanya pemerintah dan tokoh adat, tetapi juga keluarga, organisasi kemasyarakatan, komunitas perempuan, serta generasi muda memiliki tanggung jawab untuk menjaga agar warisan leluhur tetap hidup dan dikenal luas.

Sebagai Ketua Pengda Srikandi TP Sriwijaya Provinsi Lampung, Ce’na memandang bahwa perempuan mempunyai posisi strategis dalam memperkenalkan nilai-nilai budaya kepada keluarga dan lingkungan sosial. Perempuan dapat menjadi penghubung antargenerasi melalui pendidikan dalam keluarga, pengenalan tradisi daerah, serta pembiasaan sikap menghormati adat dan sejarah.

Nilai-nilai seperti gotong royong, kebersamaan, kesantunan, penghormatan kepada orang tua, dan kepedulian terhadap lingkungan sosial merupakan bagian dari kearifan lokal yang perlu terus dipelihara.

Menurut semangat kegiatan tersebut, budaya tidak semestinya hanya dipandang sebagai peninggalan masa lampau atau sekadar ditampilkan dalam acara seremonial. Lebih dari itu, budaya merupakan sumber pembelajaran yang dapat membentuk karakter, memperkuat persaudaraan, dan menumbuhkan rasa bangga terhadap identitas daerah.

Karena itu, keterlibatan organisasi perempuan dalam kegiatan silaturahmi budaya diharapkan mampu memperluas ruang partisipasi perempuan dalam menjaga kekayaan tradisi Indonesia.

Palembang memiliki perjalanan sejarah panjang yang berkaitan dengan perkembangan peradaban, perdagangan, pemerintahan, adat istiadat, dan kebudayaan di wilayah Sumatera bagian selatan.

Dalam perjalanan tersebut, Kesultanan Palembang Darussalam menjadi salah satu bagian penting dari sejarah daerah. Warisan sejarah Palembang dapat ditelusuri melalui peninggalan bangunan, benda bersejarah, tradisi masyarakat, bahasa, kesenian, hingga berbagai praktik adat yang berkembang dari generasi ke generasi.

Kekayaan budaya tersebut merupakan aset berharga yang perlu dikenalkan secara berkelanjutan, terutama kepada generasi muda yang hidup di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan arus informasi global.

Pengenalan sejarah lokal dapat menjadi sarana untuk membangun pemahaman bahwa setiap daerah memiliki identitas, perjalanan, dan kontribusi tersendiri dalam membentuk kebudayaan Indonesia.

Melalui silaturahmi dengan Sultan Palembang Darussalam, rombongan Srikandi TP Sriwijaya Provinsi Lampung mendapatkan momentum untuk memperkuat perhatian terhadap sejarah dan tradisi daerah. Pertemuan antartokoh dan komunitas yang memiliki kepedulian terhadap kebudayaan juga membuka ruang untuk saling bertukar pengetahuan serta mempererat hubungan persaudaraan.

Hubungan antara Lampung dan Palembang menjadi salah satu aspek menarik dalam upaya memperkuat silaturahmi lintas daerah. Kedua wilayah di Sumatera bagian selatan tersebut memiliki hubungan historis dan interaksi masyarakat yang berkembang melalui perjalanan waktu.

Kedekatan geografis dan hubungan sosial budaya menjadi modal untuk mempererat persaudaraan serta memperkenalkan kekayaan tradisi Sumatera kepada masyarakat yang lebih luas.

Bagi Srikandi TP Sriwijaya Provinsi Lampung, silaturahmi tersebut bukan hanya kesempatan untuk menjalin hubungan baik dengan tokoh adat, tetapi juga bagian dari upaya memperluas pemahaman mengenai identitas budaya yang tumbuh di tengah masyarakat.

Hubungan antardaerah yang terjalin melalui kegiatan budaya dapat menjadi ruang untuk membangun kolaborasi, memperkenalkan sejarah lokal, dan mendorong generasi muda agar lebih mengenal asal-usul serta tradisi daerahnya.

Dalam konteks kebangsaan, keberagaman adat dan budaya merupakan kekayaan yang memperkuat persatuan. Perbedaan tradisi bukan menjadi penghalang, melainkan menjadi bagian dari kekuatan Indonesia sebagai bangsa yang memiliki warisan budaya yang beragam.

Pelestarian budaya akan memberikan manfaat lebih luas apabila diwujudkan melalui kegiatan yang berkesinambungan. Silaturahmi dengan tokoh adat dan sejarah dapat menjadi langkah awal untuk mengembangkan berbagai kegiatan edukatif yang melibatkan masyarakat.

Sejumlah kegiatan yang dapat dikembangkan antara lain diskusi sejarah daerah, kunjungan ke situs bersejarah, pengenalan tokoh-tokoh lokal, dokumentasi tradisi, serta kegiatan edukasi budaya bagi anak-anak dan generasi muda.

Organisasi perempuan juga dapat mengambil peran dengan mengajak keluarga dan komunitas untuk lebih aktif mengenal serta mempraktikkan tradisi positif yang diwariskan para leluhur.

Dengan pendekatan tersebut, pelestarian budaya tidak hanya berhenti pada pengenalan simbol atau peninggalan sejarah, tetapi juga menyentuh upaya menjaga nilai-nilai luhur yang masih relevan dengan kehidupan masyarakat saat ini.

Di tengah perubahan zaman, tantangan pelestarian budaya semakin beragam. Karena itu, diperlukan kepedulian bersama agar kekayaan tradisi daerah tidak semakin jauh dari kehidupan generasi penerus.

Penguatan literasi sejarah dan budaya dapat menjadi salah satu cara untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap warisan leluhur. Semakin baik masyarakat memahami sejarah daerahnya, semakin terbuka pula kesempatan untuk menghargai keberagaman dan memperkuat persatuan.

Kunjungan Ketua Pengda Srikandi TP Sriwijaya Provinsi Lampung, Ce’na, bersama sejumlah anggota kepada Sultan Palembang Darussalam pada 18 September 2026 menjadi momentum untuk menegaskan pentingnya menjaga hubungan persaudaraan sekaligus meningkatkan perhatian terhadap warisan budaya Nusantara.

Kegiatan tersebut mencerminkan bahwa organisasi perempuan dapat mengambil bagian dalam kehidupan sosial dan kebudayaan melalui pendekatan silaturahmi, pengenalan sejarah, serta penguatan hubungan dengan tokoh adat.

Ke depan, semangat tersebut diharapkan dapat mendorong semakin banyak masyarakat untuk mengenal sejarah daerah, menghargai tradisi, dan meneruskan nilai-nilai luhur kepada generasi berikutnya.

Bagi Srikandi TP Sriwijaya Provinsi Lampung, menjaga budaya berarti turut menjaga identitas dan memperkuat persaudaraan. Melalui langkah-langkah yang berkelanjutan, warisan sejarah dan kebudayaan diharapkan tetap hidup, dihargai, serta menjadi sumber inspirasi bagi pembangunan karakter bangsa.

Dengan demikian, silaturahmi budaya bukan sekadar pertemuan antartokoh, melainkan juga bagian dari ikhtiar bersama untuk merawat sejarah, memperkuat identitas daerah, dan menjaga kekayaan budaya Indonesia agar tetap lestari sepanjang masa. | Guffe*

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.