JAKARTA, Radarjakarta.id – JCI Indonesia mempertemukan anggota dari berbagai daerah bersama jaringan JCI dari sejumlah negara Asia melalui JCI Indonesia National Convention 2026 yang berlangsung pada 1–2 Oktober 2026 di Swissôtel Jakarta PIK Avenue.
Mengusung tema “Believing is Achieving”, kegiatan yang diselenggarakan dengan JCI Jayakarta sebagai host chapter ini menghadirkan para pemimpin muda, pengusaha, pemilik bisnis, profesional, serta penggerak komunitas.
Sejumlah jaringan JCI dari Asia, di antaranya JCI Korea, JCI Hong Kong, JCI Malaysia, JCI Thailand, dan JCI Singapore, turut dijadwalkan hadir dalam kegiatan tersebut.
Keterlibatan delegasi internasional menjadi salah satu bagian dari agenda NatCon 2026 untuk memperluas hubungan JCI Indonesia dengan jaringan JCI di kawasan Asia. Interaksi antarpeserta diarahkan pada pertukaran pengalaman, perspektif, serta pengembangan hubungan yang dapat berlanjut dalam bentuk kolaborasi.
Deputy National President JCI Indonesia, Dicky Cahyadi Nurhalim mengatakan, National Convention merupakan agenda yang mempertemukan seluruh chapter JCI Indonesia untuk berbagi pengalaman dan melihat kembali perjalanan organisasi selama satu tahun.
“National Convention adalah saat seluruh chapter JCI Indonesia berkumpul, bertemu, bertukar pengalaman, dan melihat kembali perjalanan selama satu tahun,” ujar Dicky.
Ia menambahkan, kehadiran jaringan internasional juga menjadi bagian dari karakter JCI sebagai organisasi global. Menurutnya, hubungan yang terbangun melalui forum seperti NatCon dapat menjadi dasar bagi pengembangan kerja sama antarkomunitas JCI di berbagai negara.
Dicky berharap relasi yang terbentuk selama penyelenggaraan NatCon tidak berhenti setelah agenda berakhir, tetapi dapat berkembang menjadi hubungan dan kolaborasi yang berkelanjutan.
Di sisi lain, National Convention juga menjadi bagian dari proses pergantian kepemimpinan di lingkungan JCI Indonesia. Melalui konsep “One Year to Lead”, anggota mendapatkan kesempatan untuk menjalankan peran kepemimpinan selama satu periode, membangun tim, mengembangkan program, serta memberikan kontribusi bagi organisasi.
Agenda General Assembly menjadi salah satu rangkaian utama karena mencakup pemilihan National President dan Board of Directors untuk periode berikutnya. Para kandidat National Officer dan Board sebelumnya telah mengikuti Candidate Training dan Candidate Interview.
Menurut Dicky, proses tersebut menjadi bagian dari regenerasi organisasi. Setiap periode memberikan pengalaman dan tantangan berbeda bagi pemimpin, sebelum tanggung jawab kepemimpinan diteruskan kepada generasi selanjutnya.
“Seorang leader mendapat kesempatan untuk memimpin, belajar, membangun tim, membuat program, kemudian memberikan ruang kepada generasi berikutnya,” katanya.











