Mengaku Dilecehkan Kapolres, Polwan Bripda DS Bersurat Ke Kapolda dan Propam Sulut

banner 468x60

Radarjakarta.id | JAKARTA – KAsus pelecehan di lingkungan kepolisian terungkap.

Seorang polwan mengaku dilecehkan oleh seorang kapolres.

Seorang polisi wanita (Polwan) berinisial Bripda DS sudah tidak kuat lagi menjadi sekretaris pribadi (Sespri) Kapolres Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) AKBP Areis Aminnulla.

Bukan tanpa sebab Bripda DS tak sanggup lagi menjadi ‘tangan kanan’ Kapolres Bolmut itu.

Usut punya usut, Bripda DS ternyata diduga mengalami perlakuan pelecehan seksual oleh Kapolres Bolmut AKBP Areis Aminnulla.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Sudah 8 bulan Bripda DS mengalami tindakan tak senonoh oleh AKBP Areis.

Pelecehan seksual yang dialami Bripda DS ini sudah terjadi sejak Agustus 2022 lalu.

Selama delapan bulan menjadi Sespri AKBP Areis, Bripda DS kerap mengalami kejadian pelecehan seksual.

DS menceritakan, awal mula peristiwa pelecehan ini terjadi di saat ia diminta untuk menghadap AKBP Areis di ruangannya.

Mulanya, Areis Aminulla hanya menanyakan tentang kesehariannya di berdinas sebagai anggota Polres Bomut.

Setelah itu, AKBP Areis tiba-tiba memintannya untuk duduk di depannya.

Orang nomor satu di jajaran Polres Bolmut itu lalu berdiri dan DS juga ikut berdiri.

Bripda DS berpikir atasannya tersebut ingin makan siang.

Namun, tetiba perwira menengah (Pamen) Polri itu memeluknya.

Selain itu, Areis juga menunjuk beberapa bagian badannya sambil mengatakan tubuhnya masih berlemak.

DS sempat melawan, namun Areis langsung menggeser tubuhnya ke bagian kanannya.

Bahkan, Aries Aminnulla juga sempat mencoba untuk menciumnya, tapi ia tetap kekeh menolak.

“Saya juga takut bila atasan saya tersebut kembali melakukan pecelahan,” kata Bripda DS saat dihubungi melalui telepon, dikutip dari

Selama delapan bulan itu pula, Bripda DS tak nyaman bekerja sebagai sespri atasannya yang berotak mesum itu.

AKBP Areis mengingatkan kepada DS agar peristiwa tersebut tidak ia sebarkan ke siapapun.

“Pak kapolres bilang ke saya untuk tidak menceritakan hal ini ke siapa-siapa,” ujar Bripda DS.

Disisi lainnya, AKBP Areis Aminnulla ternyata kurang patuh dalam melaporkan harta kekayaannya.

Bagaimana tidak, ia terakhir kali melaporkan harta kekayaannya di Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) KPK pada tanggal 8 Januari 2020.

Setelah kabar ini beredar, Kapolda Sulawesi Utara Irjen Setyo Budiyanto membenarkan soal laporan dugaan pelecehan oleh AKBP Areis Aminnulla yang diajukan Bripda DS.

Selain surat, Setyo mengaku pihaknya lebih dulu menerima rekaman suara.

“Jadi semuanya sudah kami tangani, jadi bukan karena viral. Diperkirakan sekitar 10 hari yang lalu lah (menerima rekaman),” kata dia, Rabu (13/9/2023).

Lebih lanjut, Setyo mengungkapkan pihak internal Polda Sulut telah melakukan penyelidikan dan pendalaman.

“Jadi ini bukan karena sudah viral dan kami bertindak. Sebenarnya dari beberapa waktu yang lalu,” ujar Setyo.

“Mereka (Bidpropam Polda Sulut) sudah melakukan pendalaman serta penyelidikan terhadap informasi tersebut.”

“Ini untuk memastikan kebenaran agar memastikan hasil sesuai pendalaman,” sambungnya.

Sementara itu, hingga saat ini AKBP Areis belum mengklarifikasi soal tuduhan dugaan pelecehan seksual yang dilakukannya. | Eka.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.