ALLPrint Indonesia 2026 Jadi Etalase Transformasi Industri Percetakan

ALLPrint Indonesia 2026 Jadi Etalase Transformasi Industri Percetakan
ALLPrint Indonesia 2026 Jadi Etalase Transformasi Industri Percetakan
banner 468x60

JAKARTA, Radarjakarta.id – Industri percetakan Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan di tengah percepatan transformasi digital. Pada 2026, industri ini diproyeksikan tumbuh sekitar 3,39 persen dengan pertumbuhan kumulatif mencapai 11,42 persen.

Pertumbuhan terutama ditopang sektor kemasan dan label yang meningkat hingga 20 persen serta textile printing sekitar 15 persen. Perkembangan e-commerce dan kebangkitan UMKM turut mendorong perubahan pola industri, dari percetakan massal menuju layanan digital yang lebih personal dan fleksibel.

Perubahan tersebut membuat pelaku industri dituntut beradaptasi dengan teknologi, mulai dari digital printing, packaging, teknologi grafika, otomatisasi produksi, hingga berbagai solusi pendukung lainnya.

Melihat peluang tersebut, Krista Exhibitions kembali menggelar ALLPrint Indonesia 2026 pada 7–10 Oktober 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.

Pameran yang telah digelar sebanyak 27 kali sejak 1995 ini akan menempati area sekitar 23.000 meter persegi dan menghadirkan lebih dari 400 peserta, termasuk 20 UMKM, dari lebih dari 10 negara. Negara peserta antara lain Indonesia, China, Hong Kong, Malaysia, Taiwan, Jerman, Jepang, India, Singapura, dan Korea Selatan.

Selama empat hari penyelenggaraan, ALLPrint Indonesia 2026 menargetkan sekitar 60.000 pengunjung.

CEO Krista Exhibitions, Daud D. Salim, mengatakan perkembangan industri percetakan kini semakin luas dan tidak lagi bergantung pada teknologi cetak konvensional.

“Industri percetakan saat ini berkembang sangat luas. Tidak hanya berbicara mengenai mesin dan teknologi cetak konvensional, tetapi juga digital printing, printing untuk kemasan, teknologi grafis, label, hingga berbagai solusi yang dibutuhkan oleh industri,” ujar Daud.

Menurutnya, perkembangan tersebut menciptakan kebutuhan sekaligus peluang bisnis baru bagi pelaku industri.

ALLPrint Indonesia 2026 menghadirkan berbagai teknologi dan solusi, mulai dari digital printing, packaging printing, teknologi karton box, graphic technology, printing equipment, finishing technology, tinta, kertas dan media cetak, hingga software.

Pameran ini juga digelar bersamaan dengan Indo Sign & AD, Textile Printing, Print For Pack, Inter Corrugated, dan Pro Label Asia, sehingga memperluas cakupan ekosistem industri percetakan, grafika, signage, packaging, dan sektor terkait.

Selain menjadi ajang melihat perkembangan teknologi, ALLPrint Indonesia 2026 dirancang sebagai platform business-to-business (B2B) yang mempertemukan produsen, distributor, supplier, pengguna teknologi, serta pelaku usaha.

Pengunjung dapat melihat langsung demonstrasi mesin, berdiskusi dengan produsen dan penyedia teknologi, membandingkan solusi produksi, hingga menjajaki peluang kerja sama bisnis.

“Melalui ALLPrint Indonesia 2026, kami ingin mempertemukan pelaku industri dengan produsen teknologi, pemasok, dan calon mitra usaha. Kami berharap pameran ini dapat membuka wawasan, mendorong inovasi, serta memberikan peluang bisnis baru, khususnya bagi industri kreatif dan UMKM,” kata Daud.

Sejumlah agenda edukasi juga disiapkan, di antaranya seminar “Ready for 2027 and onward? The New Rules of Digital Textile Printing” yang membahas arah perkembangan digital textile printing.

Ada pula seminar “The Future of Carton Manufacturing: Smart Machines, Smart Solutions” yang mengangkat otomatisasi dan efisiensi produksi industri karton.

Selain itu, ALLPrint Indonesia 2026 menghadirkan Eduprint Talkshow mengenai sertifikasi halal dan kemasan serta Musyawarah Nasional XI Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia (PPGI).

Sementara itu, perwakilan Deputi Bidang Kreativitas Media Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif Kementrian Republik Indonesia , Cecep Sukendi, mengapresiasi konsistensi Krista Exhibitions dalam menyelenggarakan ALLPrint Indonesia.

Menurutnya, pameran tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem ekonomi kreatif, khususnya subsektor penerbitan, percetakan, fotografi, periklanan, dan desain.

“Kami berharap ALLPrint Indonesia tidak hanya menjadi ajang pameran, tetapi juga ruang bertemunya teknologi, kreativitas, pelaku usaha, dan peluang kolaborasi,” ujarnya.

Ia menambahkan, pengembangan ekonomi kreatif perlu diarahkan pada peningkatan nilai tambah melalui kreativitas, ilmu pengetahuan, teknologi, serta pengembangan kekayaan intelektual.

Dengan mempertemukan teknologi, produsen, distributor, asosiasi, dan pengguna dalam satu ekosistem, ALLPrint Indonesia 2026 diharapkan menjadi ruang bagi pelaku industri untuk mengikuti perkembangan teknologi, menemukan solusi produksi, sekaligus memperluas koneksi bisnis.

ALLPrint Indonesia 2026 berlangsung 7–10 Oktober 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.