JAKARTA, Radarjakarta.id – Global Sources Indonesia (GSI) 2026 kembali mempertemukan pelaku usaha Indonesia dengan jaringan supplier internasional. Pameran business-to-business (B2B) tersebut berlangsung pada 17–19 September 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta.
GSI 2026 menargetkan sekitar 22.000 trade attendees selama tiga hari penyelenggaraan. Pameran ini juga menghadirkan lebih dari 800 supplier dengan beragam produk yang ditujukan bagi importir, distributor, retailer, pemilik brand, sourcing agent, hingga pelaku e-commerce.
Vice President Director PT Adhouse Clarion Events–Clarion Events Ltd, Gad Permata mengatakan, GSI menjadi salah satu wadah bagi pelaku bisnis lokal untuk terhubung secara langsung dengan supplier dari berbagai negara.
“Setiap tahun digelar, dan pertama kali pada tahun 2019. Sempat terhenti karena COVID-19, kemudian tahun 2023 mulai lagi, dan GSI 2026 ini sudah keenam kali,” ujar Gad kepada awak media, Kamis (17/9/2026).
Menurut Gad, kehadiran supplier internasional dalam pameran tersebut memberikan kesempatan bagi pelaku usaha Indonesia untuk mencari sumber produk sekaligus membuka jaringan bisnis baru.
“Pameran GSI 2026 ini sebagai platform bagi pelaku usaha untuk bertemu dengan supplier internasional dan dapat dimanfaatkan sebagai ajang untuk memperkenalkan produk juga kepada para pebisnis lokal maupun global,” katanya.
Supplier yang berpartisipasi berasal dari sejumlah negara, di antaranya China, Taiwan, Hong Kong, Korea Selatan, India, dan Indonesia.
Tiga Klaster Produk
GSI 2026 menghadirkan tiga klaster utama, yaitu elektronik, home appliances, serta gifts & home. Dari ketiga klaster tersebut, buyer dapat menemukan berbagai produk mulai dari elektronik konsumen dan komponen, peralatan rumah tangga dan dapur, gifts dan premium products, hingga peralatan olahraga.
Gad mengatakan penyelenggara juga menghadirkan sejumlah kategori produk yang mengikuti perkembangan kebutuhan pasar, termasuk artificial intelligence (AI) dan smartphone.
“Kami mengusung tiga klasterisasi produk, seperti elektronik, hip hop serta home appliances, serta 14 kategori produk lainnya seperti rumah tangga, artificial intelligence, smartphone dan peralatan olahraga,” ujar Gad.
Keberagaman produk tersebut membuat GSI tidak hanya menyasar perusahaan di sektor elektronik. Pameran juga menjadi ruang bagi pelaku usaha dari berbagai sektor untuk mencari produk yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pasar masing-masing.
Selain melihat produk, buyer dapat memanfaatkan pameran untuk melakukan penjajakan langsung dengan supplier. Hal ini penting terutama bagi pelaku usaha yang membutuhkan informasi mengenai harga, minimum order quantity (MOQ), kapasitas produksi, hingga kemungkinan kustomisasi produk.











