TEP UI dan Pemkab Teluk Wondama Siapkan Rally Wisata dan Festival Budaya Kuweta

banner 468x60

TELUK WONDAMA, Radarjakarta.id – Kawasan Werianggi–Werabur di Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat, tengah didorong menjadi simpul pertumbuhan baru berbasis pariwisata, budaya, ekonomi kreatif, dan potensi komoditas lokal.

Upaya tersebut salah satunya diwujudkan melalui rencana Rally Wisata Wondama dan Festival Budaya Kuweta yang tengah dimatangkan Tim Ekspedisi Patriot Universitas Indonesia (TEP UI) bersama Pemerintah Kabupaten Teluk Wondama.

Audiensi dan koordinasi untuk mematangkan agenda tersebut berlangsung di Kantor Bupati Teluk Wondama. TEP UI berada dalam koordinasi dengan Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia dan Direktorat Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Sosial (DPIS) Universitas Indonesia.

Dari TEP UI hadir Assoc. Prof. Dr. Hendra Kaprisma, Ketua Tim 7; Dwi Kristianto, S.Hut., M.Kesos., Ketua Tim 10; serta Karin Amelia Safitri, S.Pd., M.Si., CRMO., QWP., Ketua Tim 15, bersama anggota tim.

Sementara itu, Bupati Teluk Wondama Elysa Auri, S.E., M.M., hadir didampingi Asisten Bupati Drs. Amiruddin, Kepala Dinas Koperindagkop Ekbekson Karubuy, S.E., Plt. Kepala Dinas Pariwisata Bertha Auri, S.Si., M.Si., serta Benny Palapessy, S.Sos., dan Early T. Pahlinary, S.STP.

Bupati Elysa Auri menyambut baik kolaborasi dengan kalangan akademisi dan peneliti UI. Namun, ia mengingatkan agar kegiatan yang dirancang tidak berhenti sebagai agenda seremonial.

“Jangan hanya berfokus pada kemeriahan acaranya saja, tetapi harus ada wujud konkret dan manfaat nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegas Elysa Auri.

Integrasikan 20 Tim TEP UI

Ketua Tim 7 TEP UI, Hendra Kaprisma, mengatakan Rally Wisata Wondama dan Festival Budaya Kuweta yang direncanakan berlangsung pada awal November 2026 merupakan bagian dari upaya mengintegrasikan hasil kerja 20 tim TEP UI selama menjalankan program pengabdian di Werianggi–Werabur.

Program tersebut mencakup lima klaster utama, yakni pendidikan dan kesehatan, pertanian dan perkebunan, pengembangan komoditas unggulan, ekonomi kreatif, serta adat dan budaya.

Menurut Hendra, berbagai hasil kerja tersebut perlu dipertemukan dalam sebuah kegiatan bersama agar dapat dirasakan manfaatnya sekaligus membuka peluang pengembangan lebih lanjut.

“Kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial. Kami ingin mengintegrasikan hasil kerja berbagai tim menjadi sebuah gerakan bersama yang memperkenalkan potensi Werianggi–Werabur sekaligus membuka peluang pengembangan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan,” ujar Hendra.

Rally Wisata Wondama dan Festival Budaya Kuweta pun diharapkan menjadi ruang pertemuan antara masyarakat, pemerintah daerah, masyarakat adat, akademisi, serta berbagai pemangku kepentingan.

Budaya Jadi Penggerak Ekonomi

Ketua Tim 10 TEP UI, Dwi Kristianto, menuturkan kegiatan tersebut tidak hanya dirancang sebagai perayaan budaya. Lebih jauh, agenda ini diharapkan mampu memperkenalkan kekayaan adat, budaya, kuliner, dan potensi masyarakat Teluk Wondama kepada khalayak yang lebih luas.

“Kami ingin Rally Wisata Wondama dan Festival Budaya Kuweta tidak hanya menjadi ruang perayaan budaya, tetapi juga menjadi media untuk memperkuat identitas masyarakat dan memperkenalkan potensi Wondama kepada publik yang lebih luas,” kata Dwi.

Konsep tersebut menempatkan masyarakat lokal dan masyarakat adat sebagai bagian penting dalam pengembangan kawasan. Potensi budaya dan kearifan lokal diharapkan tidak hanya menjadi atraksi, tetapi juga dapat berkembang menjadi bagian dari ekosistem ekonomi masyarakat.

Rally Buka Koridor Werianggi–Werabur

Selain mengangkat potensi budaya, Rally Wisata Wondama dirancang untuk memperkenalkan jalur darat menuju Werianggi–Werabur.

Jalur yang selama ini menjadi salah satu tantangan aksesibilitas kawasan tersebut diharapkan dapat dipandang sebagai koridor yang menghubungkan berbagai potensi, mulai dari pariwisata, komoditas lokal, ekonomi kreatif, hingga peluang investasi.

Dengan demikian, rally tidak semata-mata menjadi kegiatan wisata, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan kawasan dan membuka akses terhadap potensi ekonomi yang dimiliki Werianggi–Werabur.

Bagi TEP UI, rangkaian kegiatan tersebut diharapkan menjadi puncak integrasi sekaligus branding program Ekspedisi Patriot UI di Werianggi–Werabur.

Kolaborasi antara DPIS UI, Pemerintah Kabupaten Teluk Wondama, masyarakat adat, dan para pemangku kepentingan diharapkan mampu mempercepat pengenalan Werianggi–Werabur sebagai kawasan dengan potensi pertumbuhan baru.

Dari kawasan yang selama ini menghadapi tantangan keterisolasian, Werianggi–Werabur kini diarahkan untuk tumbuh sebagai ruang baru bagi kolaborasi, pengembangan budaya dan pariwisata, serta penguatan ekonomi masyarakat.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.