Komisi IV DPRD Maluku: Kebutuhan Operasional SMA Siwalima Perlu Dukungan Anggaran Lebih Besar

Komisi IV DPRD Maluku: Kebutuhan Operasional SMA Siwalima Perlu Dukungan Anggaran Lebih Besar
Saudah Tuanakotta/Tethol
banner 468x60

AMBON, Radarjakarta.id – Komisi IV DPRD Provinsi Maluku menilai kebutuhan operasional SMA Siwalima Ambon kini telah melampaui alokasi anggaran yang disediakan Pemerintah Provinsi Maluku. Kondisi tersebut dinilai perlu menjadi perhatian dalam penyusunan APBD Tahun Anggaran 2026 agar pelayanan kepada siswa tetap berjalan optimal.

Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Maluku, Saudah Tuanakotta Tethool, mengatakan anggaran sebesar Rp6,5 miliar yang dialokasikan dalam APBD 2025 untuk kebutuhan makan dan minum siswa belum mampu mengakomodasi seluruh kebutuhan sekolah berasrama tersebut.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

“Untuk saat ini jumlah siswa SMA Siwalima sudah mencapai sekitar 470 orang, mulai dari kelas X hingga kelas XII. Karena itu, dibutuhkan dukungan anggaran yang lebih memadai pada tahun anggaran 2026,” ujar Saudah saat dihubungi dari Ambon, Senin (20/7/2026).

Menurutnya, kebutuhan pembiayaan SMA Siwalima terus meningkat, terutama setelah sekolah tersebut ditetapkan sebagai bagian dari Program Garuda Transformasi, yang menjadikannya sebagai salah satu sekolah unggulan nasional.

Saudah menjelaskan, sistem pendidikan berasrama membuat kebutuhan operasional sekolah jauh lebih besar dibandingkan sekolah reguler. Seluruh kebutuhan dasar siswa yang tinggal di asrama, mulai dari konsumsi, pembinaan, hingga layanan penunjang lainnya harus dipenuhi secara berkelanjutan.

“SMA Siwalima memiliki peran strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul. Bahkan, sekolah ini membuka peluang bagi para siswanya untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi terbaik di dalam maupun luar negeri,” katanya.

Ia mengungkapkan, Komisi IV DPRD Maluku telah melakukan pembahasan bersama sejumlah pihak guna mencari solusi atas kebutuhan pembiayaan sekolah, khususnya untuk memenuhi kebutuhan konsumsi para siswa yang tinggal di asrama.

Menurut Saudah, dengan bertambahnya jumlah peserta didik pada tahun ajaran baru, beban operasional sekolah juga dipastikan meningkat sehingga perlu diantisipasi sejak pembahasan APBD 2026.

“Anggaran yang tersedia saat ini belum mencukupi untuk memenuhi kebutuhan makan pagi, siang, dan malam bagi sekitar 470 siswa yang tinggal di asrama. Karena itu, diperlukan dukungan anggaran tambahan agar kualitas pelayanan tetap terjaga,” tegasnya.

Selain kebutuhan operasional, Komisi IV juga mendorong peningkatan sarana dan prasarana pendidikan di SMA Siwalima. Menurut Saudah, fasilitas yang memadai akan mendukung peningkatan mutu pembelajaran sekaligus memperkuat posisi SMA Siwalima sebagai sekolah unggulan di Provinsi Maluku.

“Kami berharap pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan dapat menyusun skema pembiayaan yang lebih memadai sehingga pengembangan SMA Siwalima sebagai sekolah unggulan nasional tidak terkendala persoalan anggaran,” pungkasnya.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.