BALI, Radarjakarta.id – PLN UIP2B Jamali melalui Srikandi PLN UP2B Bali berpartisipasi aktif dalam kegiatan Rembug Stunting di Kelurahan Abianbase, Bali. Langkah kolaboratif ini bertujuan mempercepat penurunan angka stunting nasional. Fokus utama aksi ini adalah peningkatan kualitas kesehatan anak usia dini.
Kegiatan strategis ini dihadiri oleh Lurah Abianbase, I Dewa Gede Rai Wijaya. Hadir pula Ketua TP PKK setempat serta para kader Posyandu. Srikandi PLN terlibat langsung dalam merumuskan solusi penanganan masalah gizi tersebut.
Di wilayah Kelurahan Abianbase, terdapat 13 banjar yang menjadi area pembinaan. Berdasarkan data terbaru, masih ditemukan balita dengan kategori wasting dan underweight. Kondisi ini memerlukan langkah pencegahan yang lebih masif serta terstruktur.
General Manager PLN UIP2B JAMALI, Munawwar Furqan, menegaskan bahwa kepedulian terhadap isu stunting adalah tanggung jawab bersama. Upaya pencegahan harus dilakukan secara berkelanjutan melalui kebersamaan. Munawwar berharap peran aktif Srikandi PLN diharapkan mampu menjadi penggerak perubahan di lingkungan masyarakat. Sinergi ini merupakan wujud nyata kepedulian sosial perusahaan energi tersebut.
Perwakilan Srikandi PLN UP2B Bali, Putu Bintang Suhartami, menyampaikan komitmennya. PLN tidak hanya fokus pada penyediaan listrik yang andal bagi warga. Kontribusi sosial pada kesehatan masyarakat juga menjadi prioritas utama.
Bintang menjelaskan bahwa PLN memberikan dukungan logistik di tiap banjar. Bantuan tersebut bertujuan mengoptimalkan layanan operasional di setiap Posyandu balita. Dukungan ini diharapkan memperkuat upaya pencegahan stunting sejak usia dini.
“Kami berkomitmen berkontribusi dalam kegiatan yang berdampak langsung bagi masyarakat,” ungkap Bintang. Keterlibatan ini merupakan bentuk investasi pada generasi masa depan Indonesia. Srikandi PLN fokus mendukung kesehatan calon ibu dan balita.
Pendekatan penanganan saat ini mengutamakan pemenuhan gizi anak secara tepat. Kesadaran kesehatan juga ditingkatkan mulai dari usia remaja dan calon ibu. Langkah ini memastikan kesiapan fisik generasi sebelum memasuki masa kehamilan.
Posyandu di Abianbase kini menggunakan pendekatan siklus hidup yang lebih menyeluruh. Pola ini mencakup pengawasan kesehatan untuk berbagai kelompok usia masyarakat desa. Pencegahan stunting kini dilakukan secara berkesinambungan di tingkat lingkungan.
Lurah Abianbase, I Dewa Gede Rai Wijaya, mengapresiasi dukungan penuh dari PLN. Kehadiran Srikandi PLN dinilai memberikan energi baru dalam program kesehatan desa. Kolaborasi lintas sektor dianggap sangat penting untuk memperkuat upaya pencegahan.
Wijaya berharap dukungan logistik ini meningkatkan partisipasi warga ke Posyandu. Kesadaran orang tua untuk memeriksakan tumbuh kembang anak sangatlah krusial. Sinergi ini diharapkan menjadi contoh bagi instansi lain di Bali.
Melalui Rembug Stunting, pencegahan stunting di tingkat banjar diharapkan dapat menurun. Setiap kendala di lapangan didiskusikan untuk mendapatkan solusi. Data balita yang mengalami gangguan pertumbuhan terus dipantau secara ketat.
Masyarakat Kelurahan Abianbase menyambut baik kehadiran tim Srikandi PLN di banjar mereka. Hubungan harmonis antara perusahaan dan warga semakin erat melalui program ini. Keandalan listrik dan kesehatan masyarakat menjadi dua pilar yang sejalan.











