JOGJA, Radarjakarta.id – Jalan Malioboro menunjukkan wajah baru pada libur Lebaran 2026. Kawasan wisata andalan di Yogyakarta itu kini tampak lebih tertata, bersih, dan nyaman bagi pejalan kaki, menyusul langkah penataan yang dilakukan pemerintah kota.

Penertiban pedagang kaki lima (PKL) menjadi salah satu perubahan paling mencolok. Jalur pedestrian yang sebelumnya dipadati lapak kini difungsikan sepenuhnya untuk pejalan kaki. Kondisi ini memberikan ruang gerak lebih luas bagi wisatawan yang memadati kawasan tersebut selama libur hari raya.
Selain itu, penataan juga menyasar pedagang kuliner. Aktivitas memasak, khususnya penjual sate, kini diatur lebih rapi sehingga asap tidak lagi mengganggu pengunjung maupun pemilik toko di sepanjang kawasan Malioboro.
Dari sisi kebersihan, kondisi kawasan juga menunjukkan perbaikan signifikan. Sampah yang sebelumnya kerap menjadi keluhan kini lebih terkendali berkat peningkatan pengelolaan oleh petugas kebersihan selama masa libur Lebaran.
Sejumlah wisatawan mengaku merasakan langsung perubahan tersebut. Mereka menilai suasana Malioboro tahun ini lebih nyaman dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, terutama karena jalur pejalan kaki tidak lagi terhambat aktivitas perdagangan.
Pemerintah Kota Yogyakarta menyatakan penataan ini merupakan bagian dari upaya menjaga ketertiban sekaligus meningkatkan kualitas kawasan wisata. Penataan akan terus dievaluasi agar tetap mengakomodasi kebutuhan wisatawan maupun pelaku usaha secara berimbang.
Dengan pembenahan ini, Malioboro diharapkan semakin memperkuat posisinya sebagai destinasi unggulan yang tidak hanya ramai, tetapi juga tertib dan nyaman bagi semua kalangan.|Suyatmi*










