Warga Kalideres Gerudug Proyek Pembangunan Rumah Kremasi

banner 468x60

JAKARTA, Radarjakarta.id – Ratusan warga di Citra Garden 2 dan Perumahan Daan Mogot Baru, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat menggeruduk lokasi proyek pembangunan rumah duka dan krematorium, di Raya Jalan Utan Jati, Sabtu (21/2/2026). 

Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes atas rencana pembangunan yang dinilai belum melalui sosialisasi menyeluruh kepada masyarakat sekitar. 

Bacaan Lainnya
banner 300x250
Ratusan warga gerudug proyek pembangunan Krematorium di jalan raya utan jati kalideres, Sabtu (21/2).

Warga bersama sejumlah RT, RW Citra 2 dan Daan Mogot Baru juga membawa spanduk bertuliskan penolakan keras di yang berisi petisi dan tanda tangan ratusan warga. 

Mereka menilai proyek rumah kremasi yang akan dibangun di Jalan Raya Utan Jati itu berpotensi menimbulkan dampak sosial dan psikologis bagi lingkungan permukiman.

Koordinator aksi, Budiman Tandiono yang juga Tokoh Masyarakat menyatakan bahwa keberadaan fasilitas tersebut dikhawatirkan mengganggu kenyamanan warga.

“Kami tidak menolak pelayanan sosial, tapi lokasi ini berada di tengah permukiman padat. Seharusnya ada komunikasi terbuka dan persetujuan warga, namun sampai saat ini belun ada surat maupun sosialisasi dari Pemda DKI Jakarta, pemkot Jakarta Barat bahkan Kecamatan Kalideres” ujarnya.

“Dan kami akan berjuang menolak keras pembangunan Rumah Kremasi, kami akan beraudiensi dengan DPRD DKI Jakarta,” Pungkasnya. 

Ratusan Warga menandatangani penolakan keras proyek kremasi diatas spanduk.

Dilokasi Radarjakarta berhasil mendapatkan dokumen perizinan berupa Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) yang diterbitkan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat pada 28 Januari 2026.

Dokumen tersebut mencantumkan rencana pembangunan rumah duka dua lantai dengan luas bangunan lebih dari 7.000 meter persegi di atas lahan sekitar 8.000 meter persegi.

Meski izin administratif telah terbit, warga menilai aspek penerimaan sosial belum sepenuhnya terpenuhi. 

Mereka menyatakan akan melanjutkan aksi demonstrasi yang lebih besar dengan membawa spanduk berisi tanda tangan penolakan dari masyarakat sekitar sebagai bukti aspirasi kolektif.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak pengembang maupun Pemerintah Kota Jakarta Barat belum memberikan keterangan resmi terbaru terkait tuntutan warga. Aparat keamanan terpantau berada di sekitar lokasi untuk memastikan situasi tetap kondusif.

“Warga berharap pemerintah daerah dapat memfasilitasi dialog terbuka agar persoalan ini tidak berkembang menjadi konflik berkepanjangan,” Kata Wartono anggota LMK Pegadungan saat menutup kegiatan. 

Sementara, kegiatan proyek tersebut diminta warga untuk dihentikan, menunggu jawaban dari pemerintah terkait. 

Kegiatan ini dikawal pihak polsek Kalideres, Koramil 07 Kalideres, Satpol PP Kecamatan Kalideres. ***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.