JAKARTA, Radarjakarta.id – Jagat media sosial kembali membara. Sebuah akun Threads bernama @cloudyyz003 tiba-tiba melontarkan klaim yang menggemparkan: ia mengaku sebagai anak kandung Henry Baskoro Hendarso alias Enji, sosok yang dulu dikenal publik sebagai mantan suami pedangdut populer Ayu Ting Ting.
Pengakuan tersebut viral dalam hitungan jam. Narasinya tajam, emosional, dan penuh tuntutan pengakuan.
Klaim Hubungan Tahun 2010
Dalam unggahannya, akun itu menyebut sebuah kisah lama yang disebut terjadi sekitar tahun 2010.
Ia menyinggung seorang perempuan berinisial R yang kala itu bekerja sebagai event organizer di sebuah acara pernikahan.
“Apakah bapak ingat dengan wanita berinisial R yang ditemui 16 tahun lalu saat ibu saya menjadi EO di acara wedding?” tulisnya.
Tak berhenti di situ, ia mengklaim hubungan tersebut berujung pada kehamilan. Ia menyatakan dirinya adalah anak dari perempuan tersebut dan secara terbuka meminta Enji memberikan tanggapan.
“Yang perempuan itu dihamili olehmu. Saya anaknya. Tolong balas pesan saya, Pak Henry.”
Tegaskan Terjadi Sebelum Pernikahan dengan Ayu
Akun tersebut juga menegaskan bahwa peristiwa itu terjadi sebelum Enji menikah dengan Ayu Ting Ting pada Juli 2013. Dari pernikahan itu, Enji dan Ayu dikaruniai putri bernama Bilqis Khumairah Razak. Namun rumah tangga mereka hanya bertahan singkat dan resmi berakhir pada April 2014.
Penegasan kronologi ini seolah ingin menekankan bahwa klaim tersebut tidak berkaitan dengan masa pernikahan Enji dan Ayu.
“Saya Hanya Minta Tanggung Jawab”
Dalam sejumlah unggahan lanjutan, akun itu menuliskan curahan hati tentang tumbuh tanpa sosok ayah.
“Saya sebagai anak hanya minta tanggung jawab. Saya sekarang tidak punya ayah, berjuang berdua hanya dengan mama saya.”
Ia juga sempat menyinggung latar belakang keluarga Enji yang dikenal memiliki pengaruh pada era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono.
“Mentang-mentang punya power jadi seenaknya meninggalkan mama saya,” tulisnya.
Pernyataan tersebut memicu perdebatan baru, karena membawa isu kekuasaan dan pengaruh keluarga ke dalam polemik personal.
Warganet Terbelah: Tes DNA atau Sensasi?
Respons publik terbelah. Sebagian warganet mempertanyakan keabsahan klaim tersebut karena belum disertai bukti konkret. Namun ada juga yang bersimpati dan menyarankan penyelesaian melalui jalur hukum serta tes DNA untuk memastikan kebenaran secara ilmiah.
Beberapa komentar bahkan mengingatkan agar persoalan seperti ini tidak semata dijadikan konsumsi media sosial, melainkan ditempuh lewat mekanisme hukum agar semua pihak mendapat kepastian.
Belum Ada Klarifikasi Resmi
Hingga berita ini dipublikasikan, belum ada pernyataan resmi maupun klarifikasi dari pihak Enji terkait tudingan tersebut. Keheningan ini justru membuat spekulasi semakin liar di ruang digital.
Kasus ini kembali menunjukkan bagaimana isu masa lalu figur publik bisa meledak sewaktu-waktu di era media sosial.
Benarkah ini perjuangan mencari pengakuan? Ataukah sekadar klaim sepihak yang butuh pembuktian hukum?
Publik kini menunggu satu hal: klarifikasi resmi dan, jika diperlukan, pembuktian ilmiah yang bisa menjawab polemik ini secara terang benderang.***











