JAKARTA, Radarjakarta.id – Partisipasi Kementerian Transmigrasi dalam ajang Inacraft 2026 membuahkan hasil membanggakan. Selama lima hari pelaksanaan pameran pada 4–8 Februari 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), stan Kementerian Transmigrasi berhasil menarik 3.724 pengunjung dan mencatatkan transaksi penjualan senilai Rp154 juta.
Seluruh nilai transaksi tersebut diterima langsung oleh para pelaku UMKM binaan kawasan transmigrasi yang difasilitasi kementerian untuk tampil di pameran kerajinan berskala internasional itu.
Keberhasilan ini menegaskan bahwa produk unggulan kawasan transmigrasi tidak hanya memiliki kualitas, tetapi juga daya saing kuat di pasar nasional dan berpeluang menembus pasar global.
Menteri Transmigrasi, M. Iftitah Sulaiman Suryanagara, turut meninjau langsung stan pada Sabtu lalu (7/2). Kunjungan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas kerja keras para pelaku usaha sekaligus dukungan nyata pemerintah dalam memperkuat ekonomi kawasan transmigrasi.
Direktur Promosi dan Pemasaran Produk Unggulan Transmigrasi (P3UT) Ditjen PEMT, Widarjanto, menegaskan capaian tersebut tidak hanya diukur dari angka penjualan.
“Keikutsertaan ini bukan sekadar memamerkan produk, tetapi membuka akses pasar yang lebih luas dan mempertemukan pelaku usaha dengan calon pembeli serta mitra potensial. Ini bagian dari strategi memperkuat daya saing produk unggulan transmigrasi,” ujarnya.
Lima Produk Unggulan Jadi Magnet
Stan Kementerian Transmigrasi menampilkan lima produk unggulan dari berbagai kawasan transmigrasi, yakni:
- Kain Tenun Ikat tradisional dari Melolo, Sumba Timur
- Ecoprint dan Sasirangan dari Cahaya Baru, Barito Kuala
- Kerajinan aksesori dari Mesuji
- Anyaman purun dari Lamunti-Dadahup, Kapuas
- Kain batik dari Lunang Silaut, Pesisir Selatan
Salah satu pelaku usaha, Yuswanti Atandau, pengrajin tenun ikat dari Melolo, mengaku bangga dapat membawa karya khas Sumba Timur ke panggung nasional.
“Saya berterima kasih bisa ke Jakarta dan ikut pameran dengan membawa tenun Sumba Timur,” ungkapnya.
Konsep Interaktif Jadi Daya Tarik
Berbeda dari stan pada umumnya, Kementerian Transmigrasi mengusung konsep tematik dan interaktif. Pengunjung diajak terlibat langsung dalam proses kreatif, mulai dari belajar membatik, menganyam daun purun, mengenal pewarna alami dari akar dan kulit kayu, hingga membuat aksesori berbahan tembaga dan batu alam.
Photobooth dengan latar kain unggulan kawasan transmigrasi turut menambah daya tarik.
“Kegiatannya sangat menyenangkan dan edukatif. Saya jadi tahu kenapa harga batik itu mahal karena prosesnya sulit,” ujar Adis, salah satu pengunjung.
Pengunjung lain, Yunil Endrik, menilai kegiatan tersebut memberi inspirasi, terutama bagi generasi muda yang ingin menekuni usaha kreatif.
Keikutsertaan dalam Inacraft 2026 menjadi bagian dari implementasi Peraturan Menteri Transmigrasi Nomor 8 Tahun 2025 tentang Transformasi Transmigrasi melalui penguatan program Trans Karya Nusa, khususnya dalam promosi dan pemasaran hasil industri olahan komoditas lokal.
Ke depan, Kementerian Transmigrasi berkomitmen memperluas partisipasi pelaku usaha dalam berbagai pameran dan forum bisnis strategis guna memperkuat posisi produk unggulan kawasan transmigrasi di pasar nasional maupun global.











