Hari Ini Prabowo–Trump Bakal Teken Kesepakatan Tarif, Babak Baru Perdagangan RI–AS Dimulai?

banner 468x60

JAKARTA, Radarjakarta.id – Hari ini menjadi momen krusial bagi hubungan dagang Indonesia dan Amerika Serikat. Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menandatangani Agreement on Reciprocal Trade (ART) bersama Presiden AS Donald Trump, Kamis (19/2/2026), usai menghadiri KTT perdana Board of Peace (BoP) di Amerika Serikat.

Kepastian agenda tersebut dikonfirmasi Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

“Insya Allah akan ada penandatanganan mengenai tarif dagang dengan pemerintah Amerika Serikat. Rencananya setelah BoP, tanggal 19,” ujarnya.

Penandatanganan ART menjadi puncak negosiasi intensif yang telah berlangsung lebih dari setahun sejak 2025. Kesepakatan ini digadang-gadang sebagai perjanjian perdagangan timbal balik paling strategis dalam beberapa tahun terakhir antara RI dan AS.

Tarif 19 Persen Masih Menggantung

Sebelumnya, Trump mengumumkan bahwa dalam kesepakatan awal, AS akan mengenakan tarif 19 persen terhadap barang asal Indonesia. Pernyataan itu sempat memicu perdebatan di kalangan pelaku usaha nasional.

Hingga kini, pemerintah menyatakan belum ada perubahan angka tarif tersebut. Namun harapan tetap terbuka.

“Untuk sementara belum ada perubahan. Tapi mari kita berharap mungkin dalam pertemuan Presiden Prabowo dan Presiden Trump ada perubahan yang bermanfaat bagi bangsa dan negara kita,” kata Prasetyo.

Ia menambahkan belum ada informasi resmi terkait target penurunan tarif, meski Indonesia tentu menginginkan angka yang lebih rendah agar daya saing ekspor meningkat.

Komitmen Dua Arah

Dalam ART, Indonesia disebut berkomitmen membuka akses pasar lebih luas bagi produk-produk Amerika, termasuk pengurangan hambatan non-tarif dan penguatan kerja sama di bidang perdagangan digital, teknologi, keamanan nasional, serta sektor komersial lainnya.

Sebagai imbal balik, AS menjanjikan pengecualian tarif bagi sejumlah komoditas unggulan Indonesia yang tidak diproduksi di dalam negeri mereka, seperti minyak kelapa sawit, kakao, kopi, teh, dan komoditas strategis lain.

Tak hanya itu, dalam pernyataan sebelumnya, Trump juga menyebut Indonesia akan membeli energi AS senilai USD 15 miliar, produk pertanian senilai USD 4,5 miliar, serta 50 pesawat Boeing sebagian besar tipe 777 sebagai bagian dari paket kesepakatan.

Tiga Agenda Besar di AS

Kunjungan kerja Prabowo ke Amerika Serikat mencakup:

• Pertemuan dengan pebisnis AS

• Kehadiran di KTT Board of Peace

• Pertemuan bilateral dengan Trump dan penandatanganan ART

Hari ini berpotensi menjadi penentu arah baru hubungan ekonomi kedua negara. Jika kesepakatan berjalan sesuai rencana, maka perdagangan RI–AS akan memasuki fase baru dengan konsekuensi langsung bagi ekspor, impor, dan investasi.

Publik dan pelaku usaha kini menunggu satu hal: apakah angka 19 persen akan bertahan, atau justru berubah dalam detik-detik akhir pertemuan dua pemimpin tersebut?***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.