NGAWI, Radarjakarta.id – Kabar duka itu datang cepat dan menyebar luas. Kecelakaan tragis yang melibatkan bus milik Indorent di ruas Tol Ngawi–Solo, Jawa Timur, Tragedi tersebut terjadi pada Kamis Pagi, 12 Februari 2026, pukul 05 30 wib. Bukan hanya menyisakan korban luka dan kerusakan kendaraan. Publik tersentak ketika diketahui seorang pramugari muda yang dikenal ramah dan bersahaja ikut menjadi korban jiwa.
Dalam insiden tersebut, seorang pramugari muda bernama Naura Rindha Cantika dinyatakan meninggal dunia. Kepergiannya sontak membuat dunia maya geger dan dipenuhi ungkapan duka.
Peristiwa nahas tersebut terjadi saat bus rute Jakarta–Malang mengalami kecelakaan di kilometer 566 ruas tol. Benturan keras di bagian depan membuat kendaraan terguling ke sisi jalan. Aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kecelakaan, sementara para korban luka telah mendapatkan perawatan di rumah sakit terdekat.
Namun di luar proses hukum dan teknis kecelakaan, perhatian publik tertuju pada sosok pramugari yang wafat dalam insiden itu. Di media sosial, potongan video dan foto-fotonya kembali beredar. Ia tampak tersenyum menyambut penumpang, membantu lansia membawa barang, hingga menenangkan anak kecil yang rewel selama perjalanan.
“Dia selalu menyapa duluan. Bahkan saat bus penuh, dia tetap sabar,” tulis seorang warganet yang mengaku pernah menjadi penumpang dalam rute yang sama.
Unggahan terakhirnya sebelum bertugas kini dipenuhi ribuan doa. Banyak yang mengaku tak menyangka senyum cerianya beberapa jam sebelumnya menjadi kenangan terakhir. Kolom komentar di berbagai platform dipenuhi ungkapan duka, rasa kehilangan, dan doa agar almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan.
Rekan kerja mengenangnya sebagai pribadi disiplin dan penuh tanggung jawab. Bagi mereka, almarhumah bukan sekadar awak kabin, melainkan sahabat seperjalanan yang selalu membawa energi positif di tengah rutinitas panjang di jalan raya.
Pihak perusahaan menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban serta memastikan dukungan penuh bagi keluarga yang ditinggalkan. Manajemen juga menyatakan komitmennya untuk mendukung proses penyelidikan demi peningkatan standar keselamatan perjalanan.
Tragedi ini menjadi pengingat bahwa di balik setiap perjalanan darat, ada manusia-manusia yang bekerja memastikan keselamatan dan kenyamanan penumpang. Mereka hadir dengan senyum dan keramahan, sering kali tanpa banyak sorotan.
Kini, nama pramugari muda itu mungkin tak lagi terdengar di pengeras suara bus. Namun bagi banyak orang yang pernah ia sapa, senyumnya akan selalu menjadi bagian dari perjalanan yang tak terlupakan.
Dari sebuah kecelakaan di jalan tol, lahir kisah tentang kebaikan sederhana yang ternyata mampu menyentuh begitu banyak hati.***











