HPN 2026 Jadi Alarm Keras! PWI Kalbar: Pers Jangan Tumbang oleh AI

banner 468x60

KALBAR, Radarjakarta.id – Hari Pers Nasional (HPN) 2026 bukan sekadar seremoni potong tumpeng. Di tengah gelombang kecerdasan buatan yang mengguncang dunia jurnalistik, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Barat, Kundori, melontarkan peringatan tegas: pers harus berbenah atau tersingkir oleh zaman.

Dalam syukuran HPN 2026 di Sekadau, Sabtu (14/2/2026), Kundori menyebut era Artificial Intelligence (AI) sebagai tantangan terbesar yang sedang menguji marwah dan profesionalisme wartawan.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

“HPN bukan pesta tahunan. Ini momentum refleksi. Kalau pers lengah, kita bisa kehilangan kepercayaan publik,” tegasnya di hadapan insan media.

AI Mengguncang, Pers Jangan Kehilangan Kendali

Tema “Adaptif dan Kritis di Era AI” yang diusung PWI Sekadau disebut Kundori sebagai sinyal bahwa dunia pers tak lagi bisa berjalan dengan cara lama. AI kini mampu merangkum data, mentranskrip wawancara, bahkan memproduksi konten dalam hitungan detik.

Namun, ia mengingatkan: teknologi tidak boleh menjadi “wartawan baru” yang menggantikan manusia.

Regulasi pun mulai ditegaskan

Melalui Peraturan Dewan Pers Nomor 1 Tahun 2025, penggunaan AI dalam karya jurnalistik dibatasi sebagai alat bantu, bukan pengganti jurnalis. Di saat yang sama, pemerintah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 32 Tahun 2024 tentang Publisher Rights untuk menekan dominasi platform digital dan melindungi media, terutama media lokal.

Langkah ini dinilai sebagai upaya menyelamatkan ekosistem pers dari ketimpangan digital dan ancaman pengambilalihan konten oleh mesin berbasis AI.

Pers Pilar Demokrasi, Bukan Sekadar Penyampai Berita

Kundori menegaskan, pers di Kalimantan Barat memegang peran vital sebagai pilar demokrasi: pengawas kekuasaan, penyalur aspirasi rakyat, sekaligus mitra kritis pemerintah dalam pembangunan.

Di tengah derasnya arus disinformasi dan krisis kepercayaan publik, wartawan dituntut lebih profesional, lebih kompeten, dan lebih berintegritas. Transformasi digital bukan pilihan, melainkan keharusan.

“Jurnalis harus melek teknologi, tapi jangan kehilangan jati diri sebagai penjaga kebenaran,” katanya.

Momentum Bangkit, Bukan Sekadar Seremoni

HPN 2026 disebut sebagai titik balik. PWI Kalbar mengajak seluruh insan pers memperkuat solidaritas, meningkatkan kualitas SDM, serta membangun ekosistem media yang sehat dan independen.

Kolaborasi antara PWI Sekadau dan organisasi wartawan lokal pun diapresiasi sebagai contoh konkret penguatan kapasitas daerah agar tak tertinggal dalam revolusi digital.

Pesannya jelas: di era AI, yang bertahan bukan yang paling cepat, tetapi yang paling adaptif tanpa mengorbankan etika.

HPN 2026 bukan hanya perayaan. Ia adalah alarm keras bagi masa depan pers Indonesia.***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.