JAKARTA, Radarjakarta.id – Puluhan warga Kabupaten Pati yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) mendatangi Gedung Merah Putih KPK, Kamis (12/2/2026).
Mereka datang bukan untuk berdemonstrasi keras, melainkan menggelar aksi syukuran atas operasi tangkap tangan (OTT) yang menjerat Bupati Pati nonaktif, Sudewo.
Pantauan di lokasi, massa tiba sekitar pukul 10.30 WIB menggunakan dua bus. Mereka membawa spanduk dukungan terhadap pemberantasan korupsi serta sebuah tumpeng yang kemudian disantap bersama di depan gedung KPK setelah berdoa.
Koordinator AMPB, Muhammad Saiful Huda mengatakan, rombongan yang hadir berjumlah sekitar 89 orang. Kedatangan mereka merupakan bentuk apresiasi sekaligus dukungan kepada KPK agar mengusut tuntas perkara tersebut.
“Kami datang sekitar 89 orang dengan dua bus. Ini bentuk rasa syukur dan terima kasih kami kepada KPK,” ujar Saiful di depan Gedung KPK.
Menurut dia, kasus yang menjerat Sudewo harus menjadi pelajaran bagi seluruh institusi pemerintahan di Kabupaten Pati. Ia menyebut masyarakat sudah lama geram dengan praktik-praktik korupsi yang terjadi di daerahnya.
“Masyarakat Pati sudah jengah, sudah geram dengan praktik-praktik korupsi. Semoga apa yang terjadi di Pati bisa jadi momentum perbaikan tata kelola pemerintahan,” katanya.
Saiful menegaskan, korupsi bukan sekadar pelanggaran hukum, tetapi juga berdampak langsung pada kehidupan rakyat. “Korupsi itu musuh kita bersama. Bahkan, korupsi itu membunuh rakyat,” ujarnya.
Selain menggelar aksi, lima orang perwakilan AMPB juga diterima untuk melakukan audiensi dengan pihak KPK. Dalam pertemuan itu, mereka menyampaikan dukungan agar pengusutan kasus dilakukan secara serius, menyeluruh, dan tuntas.
Mereka juga mendorong agar KPK memberikan pendidikan dan pelatihan antikorupsi bagi masyarakat Pati, khususnya yang berbasis desa, sebagai langkah pencegahan agar praktik serupa tidak terulang.
“Harapannya masyarakat di desa-desa tahu apa itu korupsi, sehingga ke depan praktik-praktik seperti ini tidak lagi terjadi di Pati,” kata Saiful.
Selain itu, AMPB turut menyinggung persoalan agraria yang diduga melibatkan PT RSA di wilayah Pati, yang menurut mereka memiliki indikasi korupsi dan perlu mendapat perhatian KPK.
Aksi ini, kata Saiful, dibiayai secara swadaya oleh masyarakat sebagai bentuk kepedulian terhadap upaya pemberantasan korupsi. Rombongan sendiri berangkat dari Pati sehari sebelumnya, sekitar pukul 16.00 WIB.
Bagi warga Pati, kasus Sudewo diharapkan menjadi peringatan bagi siapa pun yang kelak memimpin daerah mereka. “Apa yang terjadi ini harus jadi pelajaran bagi semua. Korupsi harus ditinggalkan secara tegas dan tuntas,” pungkas Saiful.











