ROHIL, Radarjakarta.id – Pembangunan dan perbaikan Jembatan Merah Putih Presisi di sejumlah wilayah Riau menunjukkan progres signifikan. Di Desa Sangau, Kecamatan Kuantan Mudik, Kabupaten Kuantan Singingi, pembangunan jembatan telah mencapai sekitar 80 persen.
Sementara di Panipahan Darat, Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir, progres perbaikan tercatat mendekati 90 persen.
Jembatan di Desa Sangau memiliki panjang 50 meter dan lebar 3,5 meter. Infrastruktur ini menjadi akses penting bagi mobilitas warga, termasuk distribusi hasil pertanian dan aktivitas sosial masyarakat setempat. Saat ini pekerjaan memasuki tahap pengecatan tiang, pemasangan dan pengelasan rangka utama, serta pembongkaran papan jembatan lama.
Kapolres Kuantan Singingi AKBP Hidayat Perdana menyampaikan bahwa pembangunan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap peningkatan konektivitas wilayah pedesaan.
“Progres pembangunan sudah mencapai 80 persen dan berjalan sesuai rencana. Kami berkomitmen memastikan jembatan ini selesai dengan kualitas yang baik dan aman digunakan masyarakat,” ujarnya.
Pengerjaan melibatkan personel kepolisian, pekerja konstruksi, serta dukungan masyarakat setempat sebagai bagian dari semangat gotong royong.
Sementara itu di Panipahan Darat, perbaikan jembatan sepanjang 15 meter dan lebar 2,5 meter yang diperuntukkan bagi pengendara roda dua dan pejalan kaki juga hampir selesai. Tahapan pekerjaan saat ini meliputi pemasangan pagar pembatas, plester dinding bata, serta pengecatan.
Personel Polsek Panipahan melakukan pengecekan rutin guna memastikan kualitas konstruksi, termasuk pemeriksaan hasil pengecoran lantai dan tiang jembatan. Hasil evaluasi menunjukkan struktur dalam kondisi baik dan siap memasuki tahap penyelesaian akhir.
Perbaikan jembatan ini diharapkan meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat dalam beraktivitas sehari-hari, sekaligus memperlancar arus barang dan jasa di wilayah pesisir.
Masyarakat setempat menyambut positif pembangunan tersebut. Dengan akses yang semakin baik, aktivitas ekonomi, pendidikan, dan sosial diyakini akan semakin berkembang.
Program pembangunan infrastruktur yang menyentuh langsung kebutuhan warga dinilai menjadi langkah strategis dalam memperkuat konektivitas antarwilayah serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.| Santi Sinaga*











