DEPOK, Radarjakarta.id – Keributan antara sejumlah debt collector (DC) dan pihak yang diduga oknum anggota Brimob terjadi di area parkir P2 Mares 5, Jalan Margonda Raya, Kelurahan Kemiri Muka, Kecamatan Beji, Kota Depok, Rabu (11/2/2026) malam sekitar pukul 21.00 WIB. Situasi sempat memanas sebelum akhirnya berhasil dikendalikan aparat gabungan.
Peristiwa bermula saat tim debt collector dari perusahaan pembiayaan mendatangi lokasi untuk melakukan penarikan satu unit mobil Honda Brio warna hitam bernomor polisi AA-1147-FW yang diduga menggunakan pelat palsu. Berdasarkan keterangan pihak DC, kendaraan tersebut tercatat menunggak angsuran selama sekitar tiga tahun sesuai data sertifikat fidusia.
Sejak sore sekitar pukul 17.00 WIB, kendaraan yang dikemudikan seorang pria yang disebut sebagai anggota Brimob Cikeas bersama seorang perempuan itu sudah berada di parkiran Mares 5. Pihak DC kemudian mengamankan kunci mobil dan berencana membuat laporan ke Polres Metro Depok.
Ketegangan mulai meningkat ketika terjadi adu argumen antara kedua belah pihak. Situasi semakin memanas setelah beredarnya rekaman video di lokasi. Jumlah massa yang diduga rekan pengemudi disebut mencapai lebih dari 50 orang, sedangkan pihak DC hanya berjumlah sekitar enam hingga tujuh orang.
Dalam kondisi tak seimbang, salah satu debt collector sempat menjadi sasaran amukan massa. Aparat gabungan yang terdiri dari Babinsa, Bhabinkamtibmas, anggota Polsek Beji, serta unsur Garnisun segera turun tangan mengamankan situasi dan melindungi pihak yang terancam.
Babinsa Kelurahan Kemiri Muka, Serda Doni S, mengatakan pihaknya langsung bergerak setelah menerima laporan dari petugas keamanan setempat.
“Kami bersama Bhabinkamtibmas dan anggota Polsek Beji langsung menuju lokasi untuk meredam situasi agar tidak terjadi hal-hal yang lebih besar. Prioritas kami saat itu adalah mengamankan semua pihak dan menenangkan massa,” ujar Serda Doni.
Ia menambahkan, langkah cepat aparat gabungan berhasil mencegah bentrokan yang lebih luas.
“Situasi sempat memanas karena jumlah massa tidak seimbang. Namun setelah dilakukan pendekatan persuasif, kedua belah pihak akhirnya meninggalkan lokasi dan keadaan kembali kondusif,” katanya.
Karena tekanan massa yang semakin besar, pihak DC akhirnya memutuskan mengembalikan kunci kendaraan yang sebelumnya diamankan. Setelah itu, massa dari kedua pihak berangsur meninggalkan area parkir.
Sejumlah personel yang terlibat dalam pengamanan antara lain Kanit Propam Polsek Beji Iptu Heru S, Panit Sabhara Ipda Suwandi, Babinsa Kemiri Muka, unsur Garnisun, Bhabinkamtibmas, serta petugas keamanan setempat.
Tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Aparat memastikan situasi di kawasan Margonda kembali aman dan terkendali setelah dilakukan pengamanan di lokasi.










